Rabu, 20 Mei 2026

Banggai Hari Ini

Ruas Jalan Siuna-Baya Banggai Dirusak Perusahaan Nikel, PUPR Banggai Geram

Perusahaan yang menggunakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Banggai itu belakangan diketahui adalah PT Penta Dharma Karsa.

Tayang:
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
JALAN RUSAK: Lalu lalang kendaraan bertonase besar melintasi ruas jalan Siuna-Baya milik Pemerintan Kabupaten Banggai tanpa izin. Kondisi jalan kini sangat memprihatinkan. (Handover) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Perbuatan perusahaan pertambangan nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah bikin geleng-geleng kepala.

Betapa tidak, selain melanggar aturan pengelolaan lingkungan yang berujung pada pencemaran lingkungan, perusahaan juga ternyata merusak jalan umum yang dibangun pakai uang rakyat Kabupaten Banggai, yakni ruas jalan Siuna-Baya.

Perusahaan yang menggunakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Banggai itu belakangan diketahui adalah PT Penta Dharma Karsa.

Aktivitas perusahaan  yang beroperasi sejak 2019 ini mengakibatkan jalan mengalami kerusakan. Ironisnya, penggunaan jalan tanpa izin pinjam pakai dari pemerintah daerah setempat.

Baca juga: 2 Perusahaan Nikel di Siuna Belum Punya Pengelolaan Limbah Beracun, DLH Banggai: Izin Bisa Dicabut

“Jalan sudah dibuat bagus untuk kenyamanan masyarakat, tapi dirusak oleh perusahaan. Itu jalan dibangun pakai uang rakyat yang tidak sedikit,” tegas Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Dedi Lakita, pada rapat dengar pendapat bersama Komisi 2 DPRD Banggai, Kamis (24/7/2025).

Ia juga mengungkapkan penggunaan ruas jalan Siuna-Baya-Uwedikan tersebut tanpa izin pinjam pakai. Kalau pun diajukan tidak akan diizinkan, karena jalan tersebut bukan diperuntukan untuk kendaraan bertonase besar milik perusahaan nikel.

Selain jalan kabupaten, ruas jalan Siuna-Bualemo milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga bernasib sama. Beberapa perusahaan nikel di Desa Siuna seenaknya menggunakan jalan umum yang dibangun pakai uang rakyat miliaran rupiah.

Komisi 2 DPRD Banggai saat melakukan inspeksi mendadak di lokasi tambang menemukan kondisi jalan sangat memprihatinkan.

Selain sudah berlubang, jalan sangat licin di musim hujan, dan berdebu di musim panas karena sedimen tambang, yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengendara. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved