Pasar Inpres Palu Terbakar
Damkarmat Palu Catat 200 Lebih Kasus Kebakaran Selama Januari–Juli 2025
Farhan mengungkapkan, dua penyebab utama Kebakaran yang paling sering ditemukan yakni dari aktivitas industri dan rumah tangga.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ia menambahkan, regulasi terkait penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga terus disosialisasikan.
Setiap pelaku usaha diwajibkan memiliki APAR minimal ukuran 3 kg atau 6 kg.
Baca juga: Pemkab Morut Gelar Jobfit JPT Pratama dan Seleksi Direksi Perseroda Tepo Asa Aroa
“Sudah ada Perda dan Perwali-nya. Kami juga rutin lakukan inspeksi dan edukasi cara pakai APAR, bukan sekadar punya,” tambah Farhan.
Meski aktivitas pemadaman terus dilakukan intensif, Damkarmat tetap menghadapi tantangan. Salah satunya terkait usia armada pemadam yang rata-rata sudah tua.
“Masih ada yang keluaran tahun 1990. Di Jepang mungkin sudah tidak dipakai, tapi di sini masih kami operasikan,” tuturnya.
Beruntung, sejauh ini belum ada korban jiwa dari pihak personel selama proses pemadaman berlangsung.
"Ini berkat pelatihan dan simulasi rutin yang terus dilakukan oleh Damkarmat," tutup Farhan. (*)
| Damkar Palu: Pasar dan Pusat Keramaian Wajib Miliki APAR untuk Cegah Kebakaran Besar |
|
|---|
| Cerita Mardianti, Kehilangan Tempat Usaha Akibat Kebakaran Pasar Masomba |
|
|---|
| Kebakaran di Kawasan Pasar Masomba Kota Palu Hanguskan 14 Bangunan |
|
|---|
| Damkarat Kota Palu Turunkan 11 Unit Padamkan Api Di Pasar Masomba Palu |
|
|---|
| BREAKINGNEWS: Kawasan Pasar Inpres Palu Terbakar, Hanguskan Los Pedagang Bahan Kue dan Campuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000708412jpg.jpg)