Rabu, 6 Mei 2026

PT Vale

PT Vale Kembangkan Biodigester untuk Perkuat Pemilahan Sampah Organik

Melalui program segregation plan yang dikenal luas sebagai TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), perusahaan.

Tayang:
HANDOVER
PT VALE - PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi biodigester sebagai solusi pengolahan Sampah organik. 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, LUWU TIMUR – PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi biodigester sebagai solusi pengolahan Sampah organik.

Melalui program segregation plan yang dikenal luas sebagai TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), perusahaan menerapkan sistem pemilahan Sampah sejak dari sumber. 

Berdasarkan hasil identifikasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Inalahi, lebih dari 30 persen Sampah yang masuk merupakan Sampah organik.

“Kami melihat bahwa mayoritas Sampah yang masuk ke TPA justru adalah organik. Maka dari itu, penting bagi kami untuk memulai pemilahan sejak dari sumbernya,” ujar Manajer Environment PT Vale Indonesia, Umar Kasmon, Minggu (27/7/2025).

Baca juga: PT Vale Dukung Perkebunan Nanas di Luwu Timur, Panen Dua Kali Sejak 2022

Sebagai tindak lanjut, PT Vale mengembangkan sistem pengumpulan dan pengolahan Sampah organik dari rumah tangga di area perumahan karyawan melalui metode emberisasi. 

Sampah organik yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknologi biodigester yang bekerja secara anaerobik.

“Metodenya sederhana. Bakteri menguraikan bahan organik dan menghasilkan gas metana. Selain gasnya, sisa cairannya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC),” jelas Umar.

Namun, menurut Umar, tujuan utama dari program ini bukan hanya hasil akhir berupa gas dan pupuk, melainkan aspek edukatif bagi masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah mengedukasi masyarakat bahwa Sampah bisa dimanfaatkan kalau dipilah sejak awal. Kalau sudah tercampur, ujungnya hanya bisa dibakar atau masuk ke landfill, yang justru berisiko menghasilkan gas beracun,” tambahnya.

Baca juga: KM Tilongkabila Batal Sandar di Pelabuhan Luwuk, Ini Kapal Pengganti Sementara dari Pelni

Sebagai bagian dari strategi edukasi tersebut, PT Vale menempatkan fasilitas biodigester di lokasi-lokasi publik yang mudah diakses, seperti di sekitar sekolah Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS).

Perusahaan berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh pengelolaan Sampah organik yang efektif dan berkelanjutan, serta mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mulai memilah Sampah dari rumah. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved