Senin, 8 Juni 2026

OPINI

OPINI: Nilai-Nilai Ulil Albab sebagai Paradigma Baru Administrasi Publik Islami

Salah satu konsep penting dalam Al-Qur‟an yang merepresentasikan idealisme kepemimpinan dan tata kelola publik adalah ulil albab.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadhila Amalia
Handover
Administrasi publik Islami menuntut fondasi nilai yang tidak hanya rasional dan teknokratis, tetapi juga spiritual dan etis. Salah satu konsep penting dalam Al-Qur'an yang merepresentasikan idealisme kepemimpinan dan tata kelola publik adalah ulil albab. 

Oleh : Dr Sjakir Lobud, S Ag M Pd

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Datokarama Palu

TRIBUNPALU.COM - Administrasi publik Islami menuntut fondasi nilai yang tidak hanya rasional dan teknokratis, tetapi juga spiritual dan etis.

Salah satu konsep penting dalam Al-Qur'an yang merepresentasikan idealisme kepemimpinan dan tata kelola publik adalah ulil albab.

Artikel ini mengkaji nilai-nilai ulil albab sebagai paradigma baru dalam membangun administrasi publik Islami yang berorientasi pada integritas, hikmah, dan kemaslahatan.

Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, artikel ini menemukan bahwa nilai-nilai ulil albab meliputi berpikir mendalam, berilmu, spiritualitas tinggi, dan akhlak mulia, yang relevan untuk membentuk kepemimpinan publik yang adil, jujur, dan bertanggung jawab. 

Nilai-nilai ini dapat menjadi kerangka etik dan normatif dalam pembaruan birokrasi Islami.

Administrasi publik modern sering kali berfokus pada efisiensi, akuntabilitas, dan efektivitas, namun acapkali mengesampingkan dimensi etik dan spiritual.

Dalam konteks negara-negara mayoritas Muslim, administrasi publik yang ideal semestinya tidak hanya rasional, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Islam.

Salah satu konsep Al-Qur‟an yang dapat dijadikan paradigma normatif dan etis adalah ulil albab, yaitu sekelompok manusia yang dikarakterisasi dengan kedalaman berpikir, kesalehan, dan kematangan moral.

Ulil albab disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur‟an sebagai sosok yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga kebijaksanaan dan kesadaran spiritual.

Dalam konteks administrasi publik, nilai-nilai ini sangat relevan untuk membangun tata kelola yang
berkeadilan, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai ulil albab dan merekonstruksinya sebagai
paradigma baru dalam administrasi publik Islami.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari: 1. Al-Qur‟an dan tafsir (khususnya ayat-ayat tentang ulil albab), 2. Literatur administrasi publik Islami, 3.

Referensi akademik dan jurnal ilmiah yang relevan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved