Senin, 8 Juni 2026

OPINI

OPINI: Nilai-Nilai Ulil Albab sebagai Paradigma Baru Administrasi Publik Islami

Salah satu konsep penting dalam Al-Qur‟an yang merepresentasikan idealisme kepemimpinan dan tata kelola publik adalah ulil albab.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadhila Amalia
Handover
Administrasi publik Islami menuntut fondasi nilai yang tidak hanya rasional dan teknokratis, tetapi juga spiritual dan etis. Salah satu konsep penting dalam Al-Qur'an yang merepresentasikan idealisme kepemimpinan dan tata kelola publik adalah ulil albab. 

Data dianalisis dengan metode hermeneutika tematik, yaitu penafsiran tematik terhadap makna ayat-ayat tentang ulil albab serta integrasinya dengan prinsip-prinsip administrasi publik.

A. Konsep Ulil Albab dalam Al-Qur‟an

Istilah ulil albab muncul lebih dari 15 kali dalam Al-Qur‟an. Di antaranya dalam Surah Ali Imran [3]: 190-191, Az-Zumar [39]: 9, dan Al-Baqarah [2]: 269.

Ciri-ciri ulil albab menurut ayat-ayat tersebut meliputi:

1. Berpikir mendalam dan reflektif,

2. Mengaitkan ilmu dan iman,

3. Mengambil pelajaran dari fenomena alam dan social,

4. Menjunjung
tinggi hikmah (kebijaksanaan),

5. Berakhlak dan berorientasi pada kebaikan umum.

Menurut tafsir al Quran oleh Al-Qurthubi (w. 671 H), dalam Al-Jami‟ li Ahkam al-Qur‟an,
beliau menyebut: “Ulil Albab adalah orang-orang yang menggunakan akalnya untuk memahami dalildalil syar‟i dan ciptaan Allah, lalu mengamalkannya.”

Demikian pula menurut Ibn Katsir (w. 774 H), dalam Tafsir al-Qur‟an al-„Azhim, dijelaskan bahwa Ulil Albab sebagai: “Orang-orang yang memiliki akal sempurna yang memahami nasihat dan peringatan Al-Qur‟an.”

B. Karakteristik Ulil Albab dalam Pandangan Ulama

Berdasarkan tafsir dan kajian ulama, Ulil Albab memiliki empat ciri yaitu sebagai berikut:

1. Menggunakan akal untuk merenungi ayat kauniyah dan qauliyah
Memikirkan ciptaan Allah (alam semesta) dan ayat-ayat Al-Qur‟an (QS. Ali Imran: 190-191).
2. Selalu mengingat Allah dalam segala keadaan Zikir hati, lisan, dan amal (QS. Ar-Ra‟d: 28).
3. Mengambil pelajaran dari sejarah dan kejadian hidup Tidak sekadar menghafal ilmu, tapi menginternalisasi hikmah (QS. Yusuf: 111).
4. Mengaitkan ilmu dengan amal saleh Ilmunya tidak berhenti pada konsep, tapi melahirkan ketakwaan (QS. Az-Zumar:9

C. Relevansi Nilai Ulil Albab dalam Administrasi Publik

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved