Kamis, 30 April 2026

Pria di Swedia Bakar Salinan Al Quran saat Hari Raya Idul Adha, Turki Beri Kecaman Keras

Seorang warga Irak melakukan tindakan yang mengejutkan dengan membakar salinan kitab suci Al Quran di luar sebuah masjid pada hari raya Idul Adha.

Tayang: | Diperbarui:
Handover
Kontroversi terjadi di Ibu Kota Swedia, Stockholm, saat seorang warga Irak melakukan tindakan yang mengejutkan dengan membakar salinan kitab suci Al Quran di luar sebuah masjid pada hari raya Idul Adha. 

TRIBUNPALU.COM - Kontroversi terjadi di Ibu Kota Swedia, Stockholm, saat seorang warga Irak melakukan tindakan yang mengejutkan dengan membakar salinan kitab suci Al Quran di luar sebuah masjid pada hari raya Idul Adha.

Insiden ini terjadi di area sekitar Masjid Stockholm, Medborgarplatsen, dan telah mencuri perhatian media internasional.

Menurut laporan dari Anadolu Agency, pelaku terlihat berjalan mondar-mandir di belakang barisan petugas polisi yang menjaga keamanan di luar masjid sebelum akhirnya melancarkan aksinya.

Dengan AirPods putih di telinganya dan sebatang rokok tergantung dengan acuh tak acuh dari mulutnya, pria itu kemudian merobek dan membakar Al Quran.

Baca juga: Oknum Polisi di Medan Diduga Peras Waria Rp 50 Juta, Kapolda Sumut Langsung Turun Tangan

Pelaku diidentifikasi sebagai Salwan Momika awalnya melemparkan Al Quran ke tanah sebelum membakarnya dan melontarkan ujaran kebencian terhadap umat Islam.

Turki mengutuk pembakaran kitab suci Muslim Quran di Swedia

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengecam pembakaran kitab suci umat Islam di Swedia.

“Saya mengecam tindakan keji di #Swedia terhadap Kitab Suci kita, Al Quran, pada hari pertama Idul Adha!,” tulis Fidan di Twitter.

“Tidak dapat diterima untuk mengizinkan tindakan anti-Muslim islamofobia ini dengan dalih kebebasan berekspresi,” tambahnya.

“Menutup mata terhadap tindakan mengerikan seperti itu berarti menjadi mitra dalam kejahatan,” katanya.

Bagaimana nasib tawaran NATO Swedia?

Turki telah menahan permohonan Swedia untuk masuk sebagai anggota NATO.

Di awal tahun kemarin, Rasmus Paludan, seorang politikus sayap kanan, membakar Al Quran di Stockholm dekat kedutaan Turki.

Tindakan itu pun memperburuk ketegangan antara kedua negara.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada para pemimpin Swedia pada saat itu: "Jika Anda tidak menghormati keyakinan agama Republik Turki atau Muslim, Anda tidak akan menerima dukungan apa pun untuk NATO dari kami."

PM Swedia masih berharap menjadi anggota NATO

Terlepas dari penentangan terus-menerus dari Turki dan pembakaran Al Qran berulang kali, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson masih bersikukuh bahwa Swedia akan dapat bergabung dengan NATO, lapor DW.

"Swedia akan menjadi anggota NATO," katanya dalam sebuah wawancara dengan SVT.(*)

 

(TribunPalu.com/Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved