OPINI
Duka Sumatera dan Luka Ekologis: Sebuah Gugatan dari Timur Indonesia
Saudara-saudara kita di tanah Sumatera sedang diuji dengan musibah Banjir yang tidak hanya menenggelamkan rumah, tetapi juga menghanyutkan harapan.
Umar Hannase
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah
Indonesia kembali berduka. Dari ufuk barat, kabar pilu itu datang mengetuk pintu hati kita.
Saudara-saudara kita di tanah Sumatera sedang diuji dengan musibah Banjir yang tidak hanya menenggelamkan rumah, tetapi juga menghanyutkan harapan.
Sebagai sesama anak bangsa, dan atas nama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah, kami menundukkan kepala seraya mengirimkan doa terbaik dan belasungkawa yang mendalam.
Duka Sumatera adalah luka bagi Sulawesi.
Baca juga: Bukan Syuting, Ini Fakta Kecelakaan Motor yang Menimpa Gary Iskak Berujung Meninggal Dunia
Kami, yang pernah merasakan betapa beratnya bangkit dari reruntuhan bencana di Palu dan sekitarnya, sangat memahami kepedihan yang kini dirasakan saudara-saudara kami di sana.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan seluas samudera bagi para korban.
Bencana atau Kejahatan Terencana?
Namun, simpati saja tidak cukup. Kita tidak boleh naif dengan berlindung di balik kalimat "ini adalah ujian alam" semata.
Banjir bandang yang menerjang bukan sekadar takdir hujan yang turun berlebihan, melainkan buah pahit dari keserakahan manusia yang sistematis.
Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah dengan ini menyampaikan kecaman keras terhadap para aktor di balik layar para pelaku deforestasi, korporasi tambang ilegal, dan pemegang konsesi perkebunan yang membabat hutan tanpa ampun.
Kalian adalah predator lingkungan yang telah merampas fungsi hutan sebagai spons alami penyerap air.
"Kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia..." (QS. Ar-Rum: 41).
Ayat ini adalah tamparan keras bagi kita. Banjir ini adalah "dosa ekologis" yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan yang brutal.
| Konflik Kepentingan di Balik Rangkap Jabatan |
|
|---|
| Opini: HATAM 2026 Momentum Penyelamatan Ruang Hidup Dari Konsesi Tambang di Sulawesi Tengah |
|
|---|
| Menakar Keabsahan Kebijakan Rektor dalam Bingkai Checks and Balances |
|
|---|
| Dialektika Kekisruhan Rapat Senat Untad Jelang Pilrek: Benarkah Peraturan Senat Bertentangan |
|
|---|
| Satgas Ketenagakerjaan Sulteng: Hasil Perjuangan Massa, Bukan Hadiah Penguasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Umar-Hannase-PW-Pemuda-Muhammadiyah-Sulteng-2025.jpg)