Jumat, 10 April 2026

Sulteng Hari Ini

FKUB Sulteng dan Bala Keselamatan Bentuk Pelajar Moderat Tingkat SLTA

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah dan Bala Keselamatan gencarkan pembentukan pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) y

Penulis: Zulfadli | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah dan Bala Keselamatan gencarkan pembentukan pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang moderat secara pemikiran dan tindakan. 

Laporan wartawan TribunPalu.com, Zulfadli 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah dan Bala Keselamatan gencarkan pembentukan pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang moderat secara pemikiran dan tindakan.

Pada kesempatan itu, FKUB Sulteng kunjungi SMA Bala Keselamatan Palu di Jl Towua, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (19/2/2024) siang. 

Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin mengatakan, pelajar tingkat SLTA diharapkan bisa melanjutkan dan mengisi pembangunan di masa depan. 

"Begitu besar harapan bangsa ini terhadap pelajar generasi muda sebagai estafet pembangunan. Maka dari itu, pelajar yang kita harapkan ini, harus diperkuat wawasannya dengan pendekatan moderasi beragama, agar mereka menjadi generasi muda yang moderat," ucap Zainal.

Baca juga: Kapolresta Palu Ajak Warga Jaga Kamtibmas Masa Perhitungan Hasil Pemilu 2024

FKUB Sulteng dan Bala Keselamatan bersama melaksanakan program goes to school dalam rangka sosialisasi moderasi beragama dan mencegah perundungan. 

Diketahui, sekitar seratus siswa/siswi kelas X dan XI mengikuti sosialisasi tersebut.

Prof Zainal mengemukakan, moderasi beragama bukanlah moderasi agama, moderasi beragama berada pada tataran sosiologis dalam wilayah praktik keberagamaan di kehidupan sosial kemasyarakatan dan menjalin hubungan sosial dengan orang lain.
 
Sedangkan pada tataran teologis, setiap orang berhak, bahkan seharusnya meyakini kebenaran agamanya, tetapi pada saat yang sama dalam tataran sosiologis harus memahami bahwa orang lain juga memiliki keyakinan terhadap ajaran agama mereka.
 
Selain mengenalkan moderasi beragama, upaya pencegahan perundungan/bullying di sekolah juga dilakukan, salah satu faktor penyebab terjadinya perundungan karena minimnya pengawasan dan rendahnya kepedulian sekolah terhadap perilaku siswa-siswinya.

"SMA Bala Keselamatan harus menjadi percontohan sekolah yang menghargai perbedaan, mengedepankan persamaan, dan menjunjung tinggi nilai - nilai kemanusiaan. Perundungan merupakan satu tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan," ujar Zainal.

Terkait hal itu Pengurus Sekolah Bala Keselamatan Palu Kapten Eston Warani menyambut kehadiran FKUB Sulteng dan Opsir Bala Keselamatan Frangky Waleleng di sekolah tersebut.

Kapten Eston mengatakan bahwa SMA Bala Keselamatan merupakan sekolah yang mengajarkan semua ajaran agama, SMA Bala Keselamatan juga menerima siswa dan siswi dari semua agama, tidak hanya dari kalangan Kristen.

"Oleh karena itu, kehadiran FKUB dan Bala Keselamatan sangat tepat, dalam rangka menguatkan pelayanan pendidikan di SMA Bala Keselamatan," tuturnya. 

Ia menambahkan bahwa sosialisasi moderasi beragama dan pencegahan perundungan penting dilakukan, sebagai upaya mitigasi siswa secara intelektual dan perilaku. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved