Disetujui DPR, Gus Irfan Cucu Pendiri NU Disebut Akan Jadi Menteri Haji, Ini Profilnya

Nama K.H. Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjadi perbincangan.

Editor: Lisna Ali
(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
MENTERI HAJI - Nama K.H. Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjadi perbincangan setelah disebut bakal menjadi Menteri Haji. 

TRIBUNPALU.COM - Nama K.H. Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjadi perbincangan.

Hal itu bermula saat Gus Irfan dipanggil Menteri Haji saat rapat bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Panggilan ini muncul usai DPR mengesahkan RUU tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

RUU itu kini menjadi undang-undang.

Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, mengonfirmasi perubahan ini.

Ia mengatakan struktur pelayanan haji akan berubah.

Diketahui Gus Irfan tidak lagi menjabat kepala badan, Marwan Dasopang mengisyaratkan Gus Irfan akan segera menjadi menteri.

Sebelum RUU ini disahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah membentuk Badan Penyelenggara (BP) Haji.

Momen itu Gus Irfan ditunjuk sebagai kepalanya.

Lantas siapa sosok Gus Irfan, ini ulasan profil terkait dirinya.

Baca juga: MUI Sulteng Dorong Rehabilitasi dan Pemberdayaan Ekonomi Korban Prostitusi di Kota Palu

Profil Gus Irfan

Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 Juni 1962.

Gus Irfan adalah cucu dari K.H. Hasyim Asy'ari, ia adalah pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Latar belakang ini meneguhkan posisinya.

Ia bagian dari keluarga besar NU yang berpengaruh.

Pendidikan formalnya dimulai di Jombang. Ia lulus sekolah menengah pada 1981.

Ia kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya.

Gus Irfan meraih gelar sarjana pada 1985.

Gelar magister didapatnya pada 2002.

Ia menamatkan pendidikan doktoralnya pada 2025.

Gelar doktornya dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Ini menegaskan rekam jejaknya.

Baca juga: POPDA Sulteng 2025: Banggai Tempati Peringkat Tiga, Kantongi 15 Medali

Karir Gus Irfan

Sejak 1989, Gus Irfan dipercaya menjadi Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng hingga 2006.

Ia juga menjabat Wakil Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari sejak 1990, lembaga yang menaungi pesantren peninggalan kakeknya.

Selain itu, Gus Irfan pernah menjabat Komisaris Utama PT BPR Tebuireng, lembaga keuangan mikro berbasis pesantren, selama 20 tahun (1996–2016).

Sejak 2006, ia memimpin Pesantren Al-Farros.

Ia juga sempat menjadi dosen di Akademi Keperawatan (AKPER) Widyagama Malang pada 2013–2016.(*)

Artikel telah tayang di Serambinews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved