Kapan Awal Puasa 1 Ramadan 2025? Berikut Jadwal Puasa 2025 Muhammadiyah, NU dan Kemenang RI

Kapan awal puasa 1 Ramadan 2025 dimulai? berikut jadwal puasa 2025 versi Muhammadiyah, NU dan pemerintah atau Kemenag RI.

Editor: Imam Saputro
TRIBUNNEWS/HERUDIN
TADARUS ALQURAN - Jemaah melakukan tadarus di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (7/6/2018). Beragam aktivitas dilakukan jemaah untuk menunggu waktu berbuka puasa seperti beribadah, memperdalam ilmu agama, dan hanya sekedar menikmati suasana Masjid Istiqlal. 

TRIBUNPALU.COM - Kapan awal puasa 1 Ramadan 2025 dimulai? berikut jadwal puasa 2025 versi Muhammadiyah, NU dan pemerintah atau Kemenag RI.

Bulan Ramadhan segera tiba, seluruh umat Muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Namun, kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai?

Pertanyaan di atas seringkali kita dengar, karena sebagai umat Muslim wajib mengetahui kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai.

Maka dari itu, Tribunnews.com telah merangkum jadwal puasa Ramadhan 2025 versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).

Berikut jadwal puasa Ramadhan 2025 versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU yang wajib kita ketahui:

Puasa Ramadhan 2025 Versi Pemerintah dan NU

Bila merujuk pada kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), Ramadhan 1446 H atau awal puasa Ramadhan 2025 jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Namun, tanggal tersebut masih perkiraan penanggalan sesuai dengan kalender Masehi.

Perlu diingat, Pemerintah bakal menetapkan kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai melalui rukyatul hilal.

Sama halnya dengan Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) juga menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan kapan puasa Ramadhan 2025 dimulai.

Metode pengamatan hilal ini didasarkan pada penglihatan dan pengamatan bulan secara langsung yang berbentuk sabit atau belum terlihat bulat dari bumi.

Mengutip laman Baznas, pengamatan hilal tersebut dilakukan pada hari ke-29 atau malam ke-30, dari bulan yang sedang berjalan.

Namun jika hilal tidak terlihat, maka malam itu adalah tanggal 30 bulan yang sedang berjalan.

Malam berikutnya dimulai tanggal satu bagi bulan baru atas dasar istikmal (digenapkan). 

Untuk melihat hilal, biasanya posisi bulan harus berada dua derajat di atas matahari.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved