Rekam Jejak Ahmad Sahroni, Dicopot dari Pimpinan Komisi III DPR Imbas Pernyataan 'Orang Tolol'

Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dimutasi dari jabatannya, ia tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Editor: Lisna Ali
dok. DPR RI
MUTASI AHMAD SAHRONI - Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dimutasi dari jabatannya, ia tak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. 

Ahmad Sahroni pun menyampaikan klarifikasi. Ia membantah merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.

Ia bahkan mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” imbuh dia. 

Menurut dia, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat.

Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota.

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni.

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujar dia.

Pernyataan kontroversial ini membuat namanya ramai diperbincangkan di media. Banyak meme yang beredar.

Bahkan ada petisi online untuk pencopotannya. Petisi itu mengumpulkan banyak tanda tangan.

Partai NasDem sendiri tampaknya mengambil sikap tegas. Mereka memutuskan untuk merotasi jabatannya.

Meski disebut sebagai penyegaran, banyak pihak menduga mutasi ini adalah sanksi.

Ini adalah cara partai meredam kontroversi.

Rotasi ini menunjukkan bahwa partai menanggapi serius ucapan Sahroni.

Mereka ingin menghindari citra negatif.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved