Kamis, 7 Mei 2026

Sosok Sushila Karki, Wanita Pertama Jabat Perdana Menteri Nepal

Presiden Paudel mengumumkan bahwa pemilihan umum parlemen yang baru akan diadakan pada 21 Maret 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mahyuddin
dawn.com
PERDANA MENTERI NEPAL - Sushila Karki resmi menjabat Perdana Menteri Nepal sementara di masa pemerintahan transisi. Wanita 72 Tahun itu didorong kelompok pemuda Nepal yang menggelar "Demonstrasi Gen Z". 

TRIBUNPALU.COM - Sushila Karki resmi menjabat Perdana Menteri Nepal sementara di masa pemerintahan transisi.

Wanita 72 Tahun itu didorong kelompok pemuda Nepal yang menggelar "Demonstrasi Gen Z".

Usai menjabat, Sushila Karki pun diminta demonstran Gen Z bernegoisasi dengan Militer terkait pembentukan pemerintahan sementara.

Pembentukan pemerintahan sementara adalah buntut aksi protes masyarakat selama beberapa hari terakhir.

Bahkan, aksi warga itu telah menewaskan 30 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang per Kamis (11/9/2025).

Sebelumnya KP Sharma mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Nepal di tengah protes keras.

Baca juga: Kapal KLM Maryam Indah Terbakar, 1 Tewas dan 2 Orang Masih Dicari

Nepal terjerumus dalam krisis politik yang mendorong Tentara Nepal mengambil alih hukum dan ketertiban.

Sejak 24 jam terakhir, tidak ada pemerintahan yang berkuasa di Nepal.

"Kelompok Gen Z saat ini sedang berdiskusi melalui Zoom untuk menentukan nama orang yang akan memimpin pemerintahan sementara. Tiga nama sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi Perdana Menteri Sementara," menurut sumber yang dekat dengan kelompok Gen Z, sebagaimana dilaporkan PTI.

Pada tanggal 12 September 2025, Sushila Karki dilantik sebagai Perdana Menteri sementara oleh Presiden Ram Chandra Poudel.

Pelantikan itupun menjadikan Karki menjadi wanita pertama yang memegang jabatan tersebut.

Mandatnya adalah untuk memulihkan ketertiban, menyelidiki korupsi dan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, dan mengawasi pemilihan umum yang akan diadakan pada tanggal 5 Maret 2026.

Presiden Paudel mengumumkan bahwa pemilihan umum parlemen yang baru akan diadakan pada 21 Maret 2026.

Gelombang unjuk rasa di Nepal pecah sejak 8 September 2025.

Protes awalnya dipicu oleh larangan pemerintah terhadap beberapa platform media sosial, tetapi dengan cepat meluas menjadi gerakan yang lebih besar melawan korupsi dan nepotisme politik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved