Kamis, 16 April 2026

Abu Bakar Ba'asyir Temui Jokowi di Solo Selama 30 Menit, Ini Pesannya

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir, menemui mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Lisna Ali
(KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)
BERTEMU JOKOWI - Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir, menemui mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNPALU.COM - Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir, menemui mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Jokowi, tepatnya di wilayah Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin (29/9/2025).

Diketahui, pertemuan antara ulama dan mantan pemimpin negara tersebut berlangsung secara tertutup.

Durasi pertemuan ini cukup singkat, diperkirakan hanya berlangsung selama sekira 30 menit.

Abu Bakar Ba'asyir tampak hadir dengan pakaian serba putih, khas seorang ulama.

Sementara itu, Jokowi menyambutnya dengan kemeja batik dan kopiah.

Usai pertemuan, Abu Bakar Ba'asyir menjelaskan alasan utama kedatangannya menemui ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang ulama, yaitu untuk menasihati.

"Saya hanya menasihati. Orang Islam itu wajib menasihati rakyat, pemimpin, dan orang kafir harus dinasihati,” tegas Ba’asyir.

Ba'asyir menilai Jokowi adalah sosok yang berpengaruh dan kuat di Indonesia, sehingga layak mendapatkan nasihat langsung.

"Pak Jokowi ini orang yang kuat. Jadi mudah-mudahan jadi pembela Islam yang kuat. Itu saja,” harapnya.

Baca juga: Hendak Edarkan Sabu di Kecamatan Sojol, Pria Beli Sabu dari Palu di Ringkus Polres Donggala

Inti dari nasihat yang disampaikannya adalah fokus pada pentingnya kembali mengamalkan hukum Islam dalam kehidupan bernegara.

"Saya ini sedang berjuang minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam,” jelasnya.

Menariknya, ia mengaku juga pernah menyampaikan nasihat serupa kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto melalui surat, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari ajaran agama.

“Presiden pun sudah saya nasihati lewat surat ya. Itu kewajiban seorang ulama,” ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved