Sabtu, 11 April 2026

Perdana Menteri Jepang Bubarkan DPR untuk Uji Kepemimpinan

Takaichi bahkan menyatakan siap mempertaruhkan masa depan politiknya dalam pemilu tersebut.

Editor: Regina Goldie
Instagram/@takaichi_sanae
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. 

Ringkasan Berita:
  • Pengumuman Pemilu Sela: Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, resmi mengumumkan pemilu sela untuk mengisi kursi legislatif yang kosong, dengan pembubaran DPR pada 23 Januari 2026 dan pemungutan suara pada 8 Februari 2026.
  • Ujian Kepemimpinan: Pemilu ini merupakan ujian pertama bagi Takaichi sejak dilantik pada Oktober lalu, sekaligus menjadi ajang pertaruhan masa depan politiknya untuk menentukan arah pemerintahan Jepang.


TRIBUNPALU.COM - Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, secara resmi mengumumkan bahwa pemilu sela akan diadakan bulan depan. 

Pemilu ini bertujuan untuk mengisi kursi legislatif yang kosong selama masa jabatan reguler.

Keputusan ini dianggap sangat penting karena akan menentukan arah pemerintahan Jepang ke depan.

Takaichi bahkan menyatakan siap mempertaruhkan masa depan politiknya dalam pemilu tersebut.

Takaichi mengumumkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat akan dibubarkan pada Jumat, 23 Januari 2026, dan pemungutan suara akan berlangsung pada 8 Februari 2026.

Pemilu sela ini menjadi ujian pertama Takaichi sebagai perdana menteri sejak dilantik pada Oktober lalu, dan akan mencakup perebutan 465 kursi di majelis rendah parlemen Jepang.

Baca juga: Shio Hari Ini Rabu 21 Januari 2026: Cek Peruntungan, Cinta dan Karier untuk Hari Ini

Dalam konferensi pers pada 19 Januari 2026, Takaichi mengungkapkan bahwa kampanye resmi dimulai pada 27 Januari 2026, setelah pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat.

Pemilu ini menjadi kesempatan baginya untuk menguatkan pemerintahannya dan meminta pemilih untuk menilai apakah ia layak melanjutkan tugasnya sebagai pemimpin negara.

Takaichi juga mencatat bahwa hasil pemilu akan mencerminkan sikap publik terhadap "pergeseran kebijakan" yang terjadi setelah kesepakatan koalisi antara Partai Liberal Demokrat (LDP) yang dipimpinnya dan Partai Inovasi Jepang (Ishin) pada Oktober 2025.

Ia berharap pemilu ini akan membantunya membangun pemerintahan dengan dukungan mayoritas di majelis rendah.

Sebagai bagian dari programnya, Takaichi berjanji untuk mengurangi "penghematan berlebihan" namun tetap menjaga keberlanjutan ekonomi jangka panjang Jepang.

Baca juga: Modus Jual Beli Jabatan di Pati, Bupati Sudewo Diduga Patok Harga untuk Posisi Sekdes hingga Kaur

Ia juga berencana menetapkan kebijakan yang jelas dan terukur untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap keuangan negara.

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan pembebasan pajak untuk produk makanan selama dua tahun untuk mengatasi lonjakan biaya hidup. Ini menandai pergeseran dari posisinya sebelumnya saat kampanye Ketua LDP pada Oktober lalu.

Mengingat koalisi pemerintahannya memiliki mayoritas tipis di majelis rendah, Takaichi menekankan pentingnya stabilitas politik agar dapat melaksanakan reformasi, meskipun koalisi ini merupakan minoritas di majelis tinggi, yang mengharuskan pemerintah untuk berkompromi dengan partai oposisi dalam pengesahan anggaran atau undang-undang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved