Kamis, 23 April 2026

Valas Hari Ini

Nilai Tukar Rupiah Tembus Level Terendah Sejak 1988, Berkisar Rp 16.976

Ini merupakan level penutupan terendah sepanjang sejarah sejak data tersedia pada 1988. 

|
Editor: Regina Goldie
handover
Nilai tukar Rupiah kembali mengalami pelemahan dan mencatatkan level penutupan terendah sepanjang sejarah.  

TRIBUNPALU.COM - Nilai tukar Rupiah kembali mengalami pelemahan dan mencatatkan level penutupan terendah sepanjang sejarah. 

Pada perdagangan Selasa (20/1/2026), Rupiah ditutup melemah tipis 0,01 persen ke posisi Rp 16.976 per dolar AS.

Ini merupakan level penutupan terendah sepanjang sejarah sejak data tersedia pada 1988. 

Tekanan lebih lanjut terlihat pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, yang tercatat melemah 46 poin atau 0,27 persen , mencapai level Rp 16.981 per dolar AS.

Para pelaku pasar tampak memilih sikap hati-hati menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG).

Baca juga: Perdana Menteri Jepang Bubarkan DPR untuk Uji Kepemimpinan

Ketidakpastian kebijakan moneter membuat investor cenderung menahan transaksi dan memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut. 

Selain itu, faktor domestik juga turut mempengaruhi pergerakan Rupiah.

Isu terkait pencalonan keponakan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia kembali memicu kekhawatiran pasar mengenai independensi bank sentral.

Meskipun isu tersebut belum berdampak langsung pada kebijakan moneter, tekanan psikologis di pasar tetap terasa.

Dengan menggabungkan faktor-faktor global dan domestik, diperkirakan Rupiah akan bergerak terbatas dalam jangka pendek.

Baca juga: Dinas PMD P3A Morowali Imbau Keluarga Perkuat Pendidikan Agama Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Investor kemungkinan besar akan menunggu kejelasan hasil RDG BI sebelum mengambil langkah agresif lebih lanjut.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengingatkan pelaku pasar, terutama spekulator, agar tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi mengingat pelemahan Rupiah yang mendekati angka Rp 17.000 per dolar AS.

Purbaya menilai pelemahan Rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang semakin membaik.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved