Sabtu, 25 April 2026

Haji 2026

Jemaah Haji Harus Perhatikan Batas Waktu Santap Makanan

​Selain kandungan gizi, PPIH juga mengingatkan mengenai batas waktu konsumsi begitu makanan diterima.

Editor: mahyuddin
Handover/MCH 2026
MAKANAN HAJI - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja Madinah melakukan uji coba Makanan atau meal test untuk jemaah sebanyak tiga kali. Hal itu dilakukan guna memastikan setiap makanan yang terdistribusi kepada Jemaah Haji Indonesia memenuhi standar kualitas dan kecukupan gizi.  

TRIBUNPALU.COM - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja Madinah melakukan uji coba makanan atau meal test untuk jemaah sebanyak tiga kali.

Hal itu dilakukan guna memastikan setiap makanan yang terdistribusi kepada Jemaah Haji Indonesia memenuhi standar kualitas dan kecukupan gizi. 

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi daker Madinah, Indri Hapsari menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap hari untuk menjaga konsistensi layanan katering di seluruh wilayah layanan jemaah.

"Sehari tiga kali dilakukan meal test, yakni untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Hal ini untuk memastikan apa yang diterima jemaah sudah layak dan sesuai standar," kata Indri di Kantor Daker Madinah, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Kartu Nusuk Bak Nyawa Jemaah Haji, Wajib Dibawa ke Mana pun

Melalui skema meal test, pengawasan ketat dilakukan mulai dari kualitas rasa serta gramasi sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Diketahui, tahun ini terdapat peningkatan porsi pada komponen karbohidrat dan protein untuk memastikan stamina jemaah tetap terjaga selama menjalankan rangkaian ibadah.

Standar porsi per piring jemaah adalah: karbohidrat 170 gram (naik dari sebelumnya 150 gram), protein 80 gram (naik dari sebelumnya 75 gram), sayur 70 gram, air mineral 600 mililiter dan buah yang bervariasi seperti jeruk, apel, atau pir

Khusus untuk jemaah lansia, kata Indri, pihak katering menyediakan menu dengan tekstur yang lebih lunak atau penyesuaian lainnya berdasarkan permintaan dari Ketua Kloter masing-masing.

"Jadi ketua kloter menyampaikan kepada petugas konsumsi di sektor kebutuhannya berapa, nanti kita sampaikan kepada dapur," ujar.

Baca juga: Pemprov Sulteng Kucurkan Rp12 Miliar untuk Dukung Operasional Haji 2026

​Selain kandungan gizi, PPIH juga mengingatkan mengenai batas waktu konsumsi begitu makanan diterima.

​Jemaah pun diimbau untuk segera menyantap makanan. 

Hal ini disebabkan cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem sehingga makanan memiliki batas waktu layak konsumsi agar tidak basi atau terkontaminasi.

Batas maksimal waktu makan (Waktu Arab Saudi) makan pagi adalah pada pukul 09.00 dan makan siang maksimal pukul 15.00 waktu setempat.

Sementara untuk makan malam, batas maksimal disantap pada pukul 21.00 WAS. 

"Kami mohon jemaah memperhatikan stiker batas waktu yang tertera pada kemasan box makanan. Segera dimakan, jangan disimpan terlalu lama demi kesehatan bersama," kata Indri.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved