Dua Poin Kritik GMNI di Hari Buruh, Singgung Kunjungan Luar Negeri Prabowo dan Reshuflle Kabinet
Berikut poin kritikan GMNI DKI Jakarta saat unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat
TRIBUNPALU.COM - Berikut poin kritikan GMNI DKI Jakarta saat unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026).
Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda Se, menyampaikan dua poin kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Kritik itu menyasar pada intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo yang dinilai tidak memberikan dampak bagi penyelesaian krisis di dalam negeri.
Deodatus menganggap diplomasi internasional yang dilakukan tersebut justru berisiko mengorbankan kedaulatan bangsa demi kepentingan pemodal global.
"Prabowo hanya mengelilingi negara-negara di belahan dunia, hanya menggadaikan tanah rakyatnya, hanya menggadaikan nasib rakyatnya, kawan-kawan. Yang antek asing sebenarnya adalah rezim Prabowo-Gibran," kata Deodatus dalam orasinya.
Baca juga: Warga Desa Unsongi Morowali Protes Aktivitas PT Rezky Utama Jaya Diduga Rusak Lingkungan Pesisir
Ia bahkan melontarkan pernyataan mengenai keberpihakan pemerintah saat ini yang dianggapnya cenderung lebih condong ke pihak luar.
"Yang antek asing sebenarnya adalah rezim Prabowo-Gibran," ucapnya.
Poin kritik kedua menyoroti manajemen internal pemerintahan, khususnya fenomena bongkar pasang menteri yang telah terjadi sebanyak lima kali
Menurut Deodatus, catatan lima kali reshuffle dalam kurun waktu satu setengah tahun merupakan bukti ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas kabinet.
"Apakah menteri yang dilantik mampu menyelesaikan persoalan geopolitik dan geoekonomi? Tidak!" ungkapnya yang disambut riuh massa.
Baca juga: Morowali Jadi Pusat Industri Logam, Buka Jalan ke Pasar Internasional
Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran TribunPalu.com, sepanjang 2025-2026 Presiden Prabowo tercatat aktif melakukan lawatan ke berbagai negara seperti AS, Inggris, China, hingga Yordania dan UEA, dengan agenda memperkuat diplomasi ekonomi dan pertahanan.
Daftar Reshuffle :
Jilid I (19 Feb 2025): Pergantian Mendiktisaintek dan beberapa kepala badan.
Jilid II (8 Sept 2025): Pergantian Menteri Keuangan dan empat menteri lainnya.
Jilid III (17 Sept 2025): Perombakan posisi wakil menteri.
Jilid IV (8 Okt 2025): Penunjukan Kepala dan Wakil Kepala BP BUMN.
Jilid V (27 April 2026): Pelantikan 6 pejabat baru termasuk Jumhur Hidayat, Dudung Abdurachman, dan Hasan Nasbi.
(*)
Artikel telah tayang di Tribunnews.com
| May Day 2026 di Poso, Gotong Royong Pembersihan Pantai dan Penanaman Mangrove |
|
|---|
| Antisipasi Unjuk Rasa May Day, Polres Donggala Lakukan Simulasi Dalmas |
|
|---|
| Siapkan Cadangan, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan Ikuti Seleksi Sapi Kurban Presiden |
|
|---|
| Isu Reshuffle Kabinet Menguat Lagi, Presiden Prabowo Rombak Ulang Kabinet Senin Ini, Siapa Diganti? |
|
|---|
| Layangkan Surat Terbuka, Pegawai Pajak Minta Menteri Purbaya dan Presiden Mundur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/hari-buruh212.jpg)