Rabu, 10 Juni 2026

Borok Program MBG Terbongkar, KSP Dudung Beberkan Cara Mafia Dapur BGN Tipu Negara Capai Miliaran

Borok pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Tribunnews.com/Taufik Ismail
DAPUR MBG - Borok pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman. 

TRIBUNPALU.COM - Borok pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman.

Mantan Kasad tersebut membeberkan cara kerja mafia dapur di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menipu negara hingga miliaran rupiah.

Praktik lancung tersebut diduga terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pengelola program.

Temuan ini diungkap Dudung usai bertemu dengan Kepala BGN Nanik S Deyang di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Dudung membeberkan, modus yang digunakan para pelaku adalah permainan dalam penetapan lokasi atau titik dapur MBG.

Titik-titik dapur tersebut kemudian dijadikan ladang bisnis gelap untuk meraup keuntungan pribadi hingga miliaran rupiah.

Modusnya, para mitra memanfaatkan skema penyewaan fasilitas dapur yang nilainya sengaja digelembungkan kepada negara.

Awalnya, oknum mitra hanya modal Rp100 juta setelah mendapat Surat Keputusan (SK) dari pejabat BGN yang kini jadi tersangka.

Bermodal SK sakti tersebut, proyek pembangunan dapur langsung dilempar kepada pihak ketiga atau kontraktor.

"Misalnya ada mitra yang mendapat SK penetapan satu titik dapur. Modal awalnya hanya sekitar Rp100 juta, kemudian pembangunan dilakukan pemborong dengan nilai sekitar Rp1,25 miliar," ujar Dudung.

Kejanggalan muncul setelah bangunan rampung, di mana fasilitas itu justru disewakan kembali kepada pihak BGN.

Negara dipaksa membayar biaya sewa fantastis hingga Rp4 miliar untuk masa kontrak selama empat tahun.

Ironisnya, sistem pembayaran sewa dapur tersebut dilakukan sekaligus di muka sejak awal kontrak berjalan.

"Biaya pembangunan Rp1,25 miliar, disewa Rp4,8 miliar, berarti untung Rp3,5 miliar dan dibayar di depan," ujar Dudung.

Baca juga: Pemicu Investor Dapur MBG Ngamuk di Kantor BGN, Mengaku Rugi Miliaran: Kami Butuh Negara Hadir

Keuntungan Miliaran Rupiah dalam Sekali Proyek

Menurut Dudung, skema tersebut membuat pihak yang memperoleh SK dapat langsung menikmati keuntungan besar dalam waktu singkat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved