Selasa, 19 Mei 2026

Siswa Keracunan Makanan MBG

Disdik Sulteng Klarifikasi: Dugaan Keracunan MBG Bukan Kewenangan Kami

Menurutnya, penanganan MBG berada di pihak penyedia atau dapur-dapur yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Handover
MAKAN BERGIZI GRATIS - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V Windarrusliana, angkat bicara soal dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di MTs SIS Al Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu, Rabu (27/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V Windarrusliana, angkat bicara soal dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di MTs SIS Al Jufri Tatura dan SMK Bina Potensi Palu, Rabu (27/8/2025).

Yudiawati menegaskan, kasus tersebut bukan ranah Disdik. 

Menurutnya, penanganan MBG berada di pihak penyedia atau dapur-dapur yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca juga: Lauk Ikan Cakalang Goreng Diduga Sebabkan 20 Siswa Kota Palu Keracunan Makanan MBG

"Tanyakan ke BGN atau SPPG," tulis Yudiawati melalui pesan WhatsApp kepada awak media.

"Saya tidak punya hak menjawab yang kami tidak ketahui makanya silahkan tanya keSPPG di Persagi saja lagi bertanyatanya kenapa dan siapa penyedianya atu SPPGnya karena tidak ada keterlibatan profesi," tambahnya.

Untuk diketahui, MBG merupakan program nasional di bawah Badan Gizi Nasional (BGN)

Program ini diluncurkan Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan gizi. 

Penyalurannya melibatkan penyedia lokal sesuai penugasan BGN.

Baca juga: Breaking News: 20 Pelajar Kota Palu Alami Gejala Keracunan Makanan Usai Santap MBG

Sementara itu, hingga sore hari, sebanyak 20 siswa masih dirawat intensif di RS Bala Keselamatan Palu akibat gejala keracunan.

Apa Itu MBG?

Makanan bergizi gratis adalah program atau inisiatif yang menyediakan makanan sehat dan lengkap secara cuma-cuma kepada individu atau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi masalah kelaparan, kekurangan gizi, dan memastikan akses terhadap nutrisi yang memadai bagi semua orang, terutama yang berasal dari keluarga miskin atau rentan.

Program ini bisa dijalankan oleh pemerintah, organisasi non-profit, atau komunitas.

Bentuknya pun beragam, mulai dari pembagian paket makanan, pendirian dapur umum, hingga pemberian voucher atau kartu makan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved