Polemik Tondo Kiri

Kemenag Harap Pemkot Palu Dengarkan Suara Ormas Terkait Tondo Kiri

Ia menegaskan praktik tersebut bertentangan dengan ajaran agama, seperti prostitusi, tidak seharusnya dibiarkan berkembang di tengah masyarakat.

|
Editor: Fadhila Amalia
HANDOVER
DESAK TONDO KIRI DITUTUP - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Ahmad Hasni, berharap Pemerintah Kota Palu dapat menjadikan suara ormas dan tokoh agama sebagai masukan penting dalam menangani praktik prostitusi di kawasan Tondo Kiri, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Ahmad Hasni, berharap Pemerintah Kota Palu dapat menjadikan suara ormas dan tokoh agama sebagai masukan penting dalam menangani praktik prostitusi di kawasan Tondo Kiri, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Menurut Ahmad Hasni, desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah Kota Palu, mencerminkan kepedulian terhadap kondisi moral masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami berharap aspirasi dari ormas dan tokoh agama bisa menjadi bahan pertimbangan Pemkot dalam mengambil langkah yang tepat dan tegas,” ujar Ahmad Hasni, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Kemenag Palu Siap Dampingi Ormas Desak Penutupan Lokalisasi Tondo Kiri

Ia menegaskan praktik tersebut bertentangan dengan ajaran agama, seperti prostitusi, tidak seharusnya dibiarkan berkembang di tengah masyarakat.

Meskipun Kemenag tidak memiliki kewenangan untuk menutup aktivitas tersebut, pihaknya menyatakan siap mendampingi ormas yang ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah daerah.

Kemenag Kota Palu juga terus melakukan penyuluhan melalui penyuluh agama dari KUA Mantikulore yang secara rutin hadir di wilayah Tondo Kiri.

Ahmad Hasni berharap kolaborasi moral dan spiritual dari berbagai pihak dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dari praktik maksiat.

Baca juga: MUI Sulteng: Prostitusi di Tondo Kiri Palu Cederai Moral dan Masa Depan Bangsa

“Langkah yang diambil Pemkot nantinya diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah di permukaan, tapi juga menyentuh akar persoalan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Kata Tondo Kiri:

Tondo Kiri" adalah nama yang dikenal oleh masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah, sebagai bekas kawasan lokalisasi.

Lokasinya berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

Informasi dari pencarian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah berupaya untuk menutup dan menertibkan aktivitas prostitusi di sana, kawasan ini masih kerap dikaitkan dengan kasus-kasus kriminal dan penyebaran HIV/AIDS.

Beberapa laporan berita menyebutkan bahwa aktivitas prostitusi masih berlangsung secara sembunyi-sembunyi di area tersebut.

Dalam hal sejarah nama, "Tondo" berasal dari kata "Petondo mbotomo" dalam bahasa lokal, yang berarti "Lihat sendiri bekal itu," merujuk pada legenda tentang bekal yang digantung di cabang-cabang pohon.

Kelurahan Tondo sendiri telah menjadi bagian dari Kecamatan Mantikulore sejak tahun 2012.(*)

(TribunBreakingNews)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved