DPRD Palu

IMM Palu Desak Pemkot Alihkan Anggaran Bus Trans ke Pendidikan

Sekretaris PC IMM Palu, Moh Naim Muttaqin, menilai dana sebesar itu seharusnya bisa diarahkan ke program beasiswa.

Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Robit/TribunPalu.com
RAPAT DENGAR PENDAPAT - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palu meminta Pemerintah Kota Palu mengalihkan anggaran operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Palu ke sektor pendidikan. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palu meminta Pemerintah Kota Palu mengalihkan anggaran operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Palu ke sektor pendidikan.

Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Palu, Jl Moh Hatta, Kecamatan Palu Timur, Jumat (29/8/2025). 

IMM menyoroti biaya operasional bus Trans Palu yang cukup besar. 

Baca juga: Partai Nasdem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach di DPR RI

Setiap bulan, dana yang digelontorkan mencapai Rp1,8 miliar untuk 26 bus.

Sekretaris PC IMM Palu, Moh Naim Muttaqin, menilai dana sebesar itu seharusnya bisa diarahkan ke program beasiswa.

“Kenapa tidak ke beasiswa pendidikan? Berdasarkan data, program pemkot hanya menjangkau 100 siswa dengan Rp6 juta per orang. Kalau Rp1,8 miliar dialokasikan ke pendidikan, bisa 600 siswa yang menerima,” kata Naim menjawab pertanyaan TribunPalu.com.

Ia juga menyoroti persoalan transparansi.

Menurutnya, sampai sekarang pemerintah kota tidak pernah membuka secara detail penggunaan anggaran bus Trans Palu.

“Kami meminta transparansi anggaran kepada masyarakat. Hingga detik ini transparansi belum diberikan pemkot kepada DPRD,” tegasnya.

IMM menilai, kehadiran bus Trans Palu masih belum tepat. 

Sebab, infrastruktur penunjang seperti halte belum tersedia.

Baca juga: Merayakan Maulid Nabi SAW, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

“Yang dibutuhkan Kota Palu sebenarnya banyak. Bus trans bagus, cuma belum siap. Bus ini muncul di akhir periode wali kota, jadi kami mengklaim ada kepentingan politik,” ujar Naim.

Bus Trans Palu sendiri menggunakan sistem Buy The Service (BTS).

BTS adalah model transportasi di mana Pemerintah Kota Palu tidak membeli unit bus, melainkan membeli jasa pelayanan dari perusahaan swasta.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved