Kasus HIV di Puskesmas Palu Tinggi
Pemeriksaan IMS Capai 85 Persen, Puskesmas Birobuli Gencarkan Deteksi HIV
Pemeriksaan IMS dan HIV di Puskesmas Birobuli tidak hanya melayani masyarakat dari wilayah Birobuli, tetapi juga dari luar daerah.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU – Puskesmas Birobuli terus menggencarkan upaya deteksi dini HIV/Aids melalui layanan pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS), yang kini telah mencapai 85 persen dari target Standar Pelayanan Minimal (SPM) per Agustus 2025.
Hal itu diungkapkan oleh dokter layanan IMS Puskesmas Birobuli, dr Rossalin Lago, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, capaian itu merupakan hasil dari pendekatan aktif ke berbagai lokasi berisiko tinggi penularan HIV dan IMS di wilayah kerja mereka.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Kasus HIV di Puskesmas Birobuli Kota Palu Capai 260, Ada 48 Pasien Baru
“Kelompok-kelompok berisiko HIV itu kan kami punya target, dan hingga Agustus ini sudah 85 persen tercapai,” ujar Rossalin.
Pemeriksaan IMS dan HIV di Puskesmas Birobuli tidak hanya melayani masyarakat dari wilayah Birobuli, tetapi juga dari luar daerah, seperti Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Selain layanan di puskesmas, tim medis juga melakukan pemeriksaan lapangan dengan menyasar tempat-tempat seperti panti pijat dan hotel melalui program SAPA SEHAT, yang merupakan hasil kerja sama dengan PKBI Sulawesi Tengah.
“Biasanya sekalian kami lakukan skrining kesehatan gratis, salah satunya pemeriksaan HIV,” tambah Rossalin.
260 ODHA Ditangani, 48 Pasien Baru Ditemukan
Baca juga: 470 Calon Bintara Ikuti Sidang Parade di Kodam XXIII/Palaka Wira
Hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 260 orang dengan HIV/Aids tercatat dalam penanganan aktif di Puskesmas Birobuli.
Dari jumlah tersebut, 48 merupakan kasus baru yang ditemukan dalam kurun waktu tahun berjalan.
Untuk pencegahan, Puskesmas Birobuli juga menyediakan Pre-Exposure Prophylaxis (PreP) bagi kelompok dengan risiko tinggi tertular HIV.
Obat ini bisa dikonsumsi 1 kali dan memberikan perlindungan selama 24 jam.
“Kalau ke tempat berisiko, kita bawa PreP supaya pasiennya tidak perlu datang ke puskesmas,” jelasnya.
Rossalin juga menekankan pentingnya penggunaan kondom dan pelumas untuk mencegah infeksi melalui luka mikro yang terjadi selama hubungan seksual.
Baca juga: Wagub dan TPID Sulteng Lakukan Sidak Pasar, Kendalikan Inflasi Jelang Nataru 2026
“PreP mencegah HIV, tapi kondom mencegah IMS lain seperti gonore dan sifilis. Keduanya saling melengkapi,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-hiv-aids.jpg)