Minggu, 26 April 2026

Sulteng Hari Ini

Ditemui Wagub Sulteng, Warga LIK Tondo Curhat Soal Ancaman Penggusuran

Sebagai tindak lanjut atas aduan warga, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, telah menerbitkan dua surat penting.

Penulis: Zulfadli | Editor: mahyuddin
HANDOVER
KONFLIK AGRARIA - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, bergerak cepat merespons keluhan warga Lingkungan Industri Kecil (LIK) Tondo, Kota Palu, yang terancam digusur developer PT Intim Abadi Persada. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, bergerak cepat merespons keluhan warga Lingkungan Industri Kecil (LIK) Tondo, Kota Palu, yang terancam digusur developer PT Intim Abadi Persada.

Didampingi Ketua Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulawesi Tengah, Eva Susanti Bande, Wagub Reny turun langsung ke lokasi pada Jumat (17/10/2025) untuk memastikan nasib ratusan warga yang selama ini menghuni kompleks Mess Pondok Karya, LIK Trans Tondo.

Kehadiran Reny A Lamadjido disambut haru dan antusias oleh warga. 

Reny pun menyampaikan sikap tegas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berpihak pada rakyat kecil.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada penggusuran di sini,” ujar Reny disambut sorak dan tepuk tangan panjang dari warga.

Baca juga: Wagub Reny A Lamadjido Ajak Masyarakat Sulteng Asal Jatim Jadi Duta Perdamaian

Reny menekankan, Pemprov Sulteng hadir untuk melindungi masyarakat dari tindakan sewenang-wenang. 

Ia juga meminta agar warga segera melapor ke Satgas PKA jika ancaman penggusuran kembali terjadi.

Sebagai tindak lanjut atas aduan warga, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, telah menerbitkan dua surat penting.

Surat pertama, dengan nomor 600.2/344/Dis-Perkintan tertanggal 15 Oktober 2025, berisi instruksi penghentian sementara proses penggusuran oleh pihak developer, mengingat kasus tersebut kini resmi ditangani Satgas PKA.

Surat kedua merupakan undangan kepada pihak PT Intim Abadi Persada untuk mengikuti mediasi penyelesaian konflik agraria yang dijadwalkan pada Jumat (24/10/2025) mendatang.

Ketua RT 02/RW 12 LIK Tondo Dwi Sartika mengaku lega dan haru atas perhatian pemerintah provinsi.

“Kami sudah dua tahun mencari keadilan, tapi baru kali ini kami benar-benar didengar,” ujarnya penuh haru.

Ia mengatakan, selama ini warga telah berulang kali mengadu ke kelurahan dan kecamatan, namun tak kunjung mendapat tanggapan memadai.

Baca juga: Jam Masjid Raya Baitul Khairaat Sulteng Diameter 19,3 Meter, Masuk 5 Besar Dunia

Ketua Satgas PKA Sulteng Eva Susanti Bande menegaskan, konflik agraria di LIK Tondo merupakan potret nyata bagaimana kekuatan modal kerap mengabaikan hak-hak dasar rakyat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved