Rabu, 8 April 2026

Sulteng Hari Ini

Jam Masjid Raya Baitul Khairaat Sulteng Diameter 19,3 Meter, Masuk 5 Besar Dunia

Jam raksasa itu dilengkapi dengan sistem jam presisi dan sinkronisasi GPS, sehingga waktu yang ditampilkan selalu akurat.

Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
HANDOVER
MASJID RAYA BAITUL KHAIRAAT - Jam Masjid Raya Baitul Khairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masuk lima besar di dunia. Itu berdasarkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Jam Masjid Raya Baitul Khairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masuk lima besar di dunia.

Itu berdasarkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Masjid megah itu berlokasi di Jl Jaelangkara, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Jam Masjid Raya Baitul Khairaat terletak di bagian depan dengan diameter 19,3 meter.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Masjid Raya Sulteng Caco Laratu mengatakan, jam tersebut telah selesai dipasang dan kini sudah berfungsi dengan baik.

“Untuk jamnya sudah selesai dan sudah berfungsi,” kata Caco kepada Wartawan di lokasi Masjid Raya, Jumat (17/10/2025).

Baca juga: Kubah Masjid Raya Baitul Khairaat Sulteng Berdiameter 90 Meter, Terbesar di Indonesia

Jam raksasa itu dilengkapi dengan sistem jam presisi dan sinkronisasi GPS, sehingga waktu yang ditampilkan selalu akurat.

Secara ukuran, jam Masjid Raya Baitul Khairaat berada tepat di bawah Central do Brasil di Rio de Janeiro (20 meter) menempati posisi empat dunia, hanya berbeda 70 cm dengan masjid kebanggaan Sulteng itu.

Di posisi tiga dunia ada jam Aekyung Tower di Seoul (24 meter), Istanbul Cevahir di Turki (36 meter), dan Abraj Al-Bait di Mekkah (43 meter).

Dengan diameter 19,3 meter, jam di Masjid Raya Baitul Khairaat menjadi simbol kemegahan baru bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Pembangunan masjid ini dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk, dengan total anggaran Rp376 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah. 

Baca juga: Tersebar di Medsos, Isi Gugatan Cerai Andre Taulany Tak Dibantah, Minta Publik Menilai

Masjid berdiri di atas lahan seluas 4 hektare dan mampu menampung hingga 10.000 jamaah.

Menurut Caco, kehadiran jam raksasa itu bukan hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga simbol kemajuan dan kebanggaan bagi masyarakat Sulteng.

“Insya Allah, Masjid Raya Baitul Khairaat akan menjadi ikon baru yang membanggakan warga Sulawesi Tengah,” pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved