Palu Hari Ini
BMKG Pastikan Fenomena Panas Ekstrem di Palu Masih dalam Batas Normal
Dalam tiga hari terakhir, suhu maksimum di wilayah ini mencapai 35 derajat Celsius.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Fenomena cuaca panas ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara di beberapa kota besar bahkan menembus lebih dari 37 derajat Celsius akibat pergerakan semu matahari yang kini berada di selatan katulistiwa.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Palu.
Dalam tiga hari terakhir, suhu maksimum di wilayah ini mencapai 35 derajat Celsius dengan udara terasa lebih panas dan kering dari biasanya.
Baca juga: HKG PKK ke-53, Bupati Morut Kukuhkan Pengurus PKK dan Bunda PAUD
Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Ahmad Reza Agung Laksono, menjelaskan bahwa peningkatan suhu di Kota Palu masih tergolong normal.
Fenomena tersebut merupakan dampak langsung dari pergerakan semu matahari.
“Sebenarnya ini fenomena dari pergerakan semu matahari. Saat ini matahari berada di selatan katulistiwa, jadi wilayah tengah hingga selatan Indonesia, termasuk Palu, terasa lebih panas dari biasanya,” ujar Reza saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Duta Muda BPJS Kesehatan KC Palu Edukasi Siswa SMA Madani Terkait Mobile JKN
Reza menambahkan, suhu panas di Palu juga dipengaruhi oleh angin timur yang membawa massa udara kering dari Australia.
Kondisi ini menyebabkan pembentukan awan berkurang, sehingga hujan mulai jarang turun dan udara terasa lebih terik saat siang hari.
Ia menegaskan, suhu maksimum di Palu yang mencapai 35 derajat Celsius masih tergolong dalam batas wajar dan fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Baca juga: DRPD Sulteng Tegaskan Aktivitas Pertambangan Di Mamboro dan Taipa Berstatus Ilegal
Warga disarankan menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Fenomena cuaca panas ini diperkirakan akan berakhir saat awal musim hujan tiba, sekitar akhir Oktober hingga awal November mendatang. (*)
| Prof Husnah Dikukuhkan Jadi Guru Besar Untad, Soroti Konsep Keuangan dan Keberlanjutan Global |
|
|---|
| Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan Bakal Hadir di Kota Palu 22–24 April 2026 |
|
|---|
| Palu Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terbersih di Indonesia, Indeks 3 Skor |
|
|---|
| Tavanjuka Market Jadi Percontohan, Pemkot Palu Siapkan Revitalisasi Pasar Lainnya |
|
|---|
| Marak Anak Jadi Pengemis di Kota Palu, Dinsos Duga Eksploitasi Terkoordinir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000876504jpg.jpg)