DPRD Palu
Legislator Nasdem Palu Mutmainah Korona Minta BGN Evaluasi SPPG di Kayumalue Ngapa
Program MBG harusnya memberikan perbaikan nutrisi gizi bagi anak-anak bukan praktek bisnis berbasis program pemerintah.
Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, PALU - Legislator Nasdem DPRD Palu Mutmainah Korona meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara.
Permintaan itu merupakan respon Muthainah Korona atas adanya keluhan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 6 Kayumalue Ngapa.
"Selain evaluasi SPPG sebagai penyedia MBG, tim ahli gizi perlu dipertanyakan kinerjanya. Anggaran MBG ini sangat besar dan bahkan memotong anggaran lainnya yang sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur daerah," kata Mutmainah via Whatsapp kepada TribunPalu.com, Selasa (24/2/2026).
"Dengan berbagai problem penyediaan MBG seperti ini, sangat berorientasi pada keuntungan saja bukan menyukseskan program utama pemerintah pusat di daerah," tuturnya menambahkan.
Anggota dewan dari Dapil Palu Utara-Tawaeli itu menilai, program MBG harusnya memberikan perbaikan nutrisi gizi bagi anak-anak bukan praktek bisnis berbasis program pemerintah.
Baca juga: Daging Sapi di Parigi Moutong Laris Manis, Satu Ekor Terjual Tiap Hari
Apalagi kebijakan anggaran MBG bukan hanya penyediaan makanan sebesar Rp 15 ribu tapi ada pengalokasian anggaran untuk tim ahli gizi SPPG dan tim monev.
"Nah mereka tugasnya apa kah? Kok bisanya penyediaan MBG tidak sesuai standar gizi dan SOP SPPG lolos dari tim ahli gizi dan monev SPPG," ujar Mutmainah.
Dia pun mengingatkan Dapur MBG soal surat edaran Kepala BGN Nomor 3 tahun 2026 tentang kebutuhan MBG selama bulan suci Ramadhan di daerah sebaiknya tetap menggunakan standar makanan sehat bergizi.
Keamanan pangan juga harus terjaga dalam bentuk boks makanan dan terpenting dapat bertahan selama tiga hari ke depan.
"Kami sangat tidak setuju kemasan yang digunakan menggunakan plastik sekali pakai. Sebaiknya kemasan yang digunakan dalam bentuk box makanan yang lebih apik. Semoga ini menjadi perhatian bersama dan segera diperbaiki ke depannya.
Baca juga: Komitmen Bebas Narkoba, Personel Polres Morowali Jalani Tes Urine Mendadak
Sebelumnya, seorang guru mengunggah menu MBG di bulan suci Ramadan pada media sosialnya.
Dalam video itu, sang guru menjelaskan menu MBG untuk Senin terdiri dari susu 1 kotak, pisang 2 buah, roti 1 bungkus dan telur puyuh 4 butir.
Berbeda dengan menu Selasa atau esoknya.
Murid di sekolah itu hanya menerima berisi roti 1 bungkus, kurma 3 butir dan kacang asin 1 bungkus.
Guru itu menjelaskan menu itu dengan memberikan keterangan harga di tiap menu yang dibagikan.
"Ini yang dimaksudkan MBG dengan anggaran Rp15 Ribu per hari, kasian ya," kata sang guru.(*)
| Idul Adha, Anggota DPRD Palu Alfian Chaniago Salurkan 3 Sapi Kurban di Layana dan Talise Valangguni |
|
|---|
| Haekal Ishak: Buat Apa Bangun Patung Miliaran Jika Drainase Palu Barat Masih Meluap? |
|
|---|
| Pergantian di Fraksi Hanura DPRD Palu, Rustia Tompo Gantikan Irsan Satria sebagai Ketua |
|
|---|
| Anggota DPRD Palu Soroti Dugaan Pungutan Biaya Visum Korban Penganiayaan, Harusnya Ditanggung Negara |
|
|---|
| Ulfa Minta Pemkot Palu Serius Tangani Lahan Tidur 150 Hektare di Kayumalue Ngapa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Mutmainah-Korona-2026-1.jpg)