Palu Hari Ini
Kota Palu Catat 542 Kasus Suspek Campak, Terbanyak di Sulteng
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Syahriar, menegaskan bahwa penanganan kasus campak.
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng mencatat 895 kasus suspek campak hingga pekan ke-12 tahun 2026, tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
- Kota Palu menjadi wilayah terbanyak dengan 542 kasus, diikuti Sigi 112, Donggala 89, dan Tojo Una-Una 68 kasus.
- Kepala Dinas Kesehatan dr. Syahriar menegaskan penanganan menjadi kewenangan dinas kabupaten/kota, termasuk intervensi dan pengiriman sampel. Vaksinasi untuk balita berjalan lancar tanpa kendala logistik.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 895 kasus suspek campak yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota hingga pekan ke-12 tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Syahriar, menegaskan bahwa penanganan kasus campak menjadi kewenangan dinas kesehatan kabupaten/kota, termasuk dalam hal intervensi dan pengiriman sampel.
“Untuk penyakit campak ini, intervensi ada di kabupaten/kota. Pengiriman sampel juga dilakukan oleh mereka,” ujar Syahriar kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Ia memastikan, dari sisi logistik, pemerintah tidak mengalami kendala dalam pelaksanaan vaksinasi, khususnya bagi kelompok balita.
“Seluruh sasaran balita, kami siap memvaksinasi. Tidak ada masalah dari sisi logistik,” jelasnya.
Syahriar menyebutkan, penularan campak kemungkinan terjadi akibat faktor eksternal atau kondisi daya tahan tubuh anak yang menurun.
Baca juga: Warga Sulteng Terima Cek Kesehatan Gratis di HUT Provinsi
“Bisa jadi tertular dari luar, atau kondisi balita drop sehingga akhirnya tertular,” katanya.
Ia menambahkan, kasus campak yang ditemukan saat ini didominasi oleh bayi.
Namun, bayi di bawah usia 9 bulan umumnya belum terpapar karena masih memiliki antibodi dari ibu.
“Campak pertama kali diimunisasi pada umur 9 bulan, karena sebelumnya masih ada antibodi yang dibawa dari ibunya,” terangnya.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, Syahriar menegaskan tidak semua temuan tersebut dapat dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Tidak semua temuan itu KLB. Kalau dalam bentuk klaster, itu berarti sudah terjadi penularan dari satu penderita ke lainnya,” jelasnya.
Dari total 895 kasus suspek, Kota Palu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 542 kasus.
Disusul Kabupaten Sigi 112 kasus, Donggala 89 kasus, dan Tojo Una-Una 68 kasus.
| Wajibkan ASN Naik Bus Trans Palu, Hadianto Rasyid: Kendaraan Dinas Parkir di Kantor |
|
|---|
| Program Kerja ke Jepang 2026 Dibuka, Pemuda Palu Bisa Ikut SSW |
|
|---|
| ASN Palu Jalani WFH dan WFA Dua Hari dalam Sepekan, Ini Aturan dan Tujuannya |
|
|---|
| Pemkot Palu Wajibkan ASN Naik Bus Trans Palu Demi Efisiensi |
|
|---|
| Wali Kota Palu Terapkan WFH dan WFA bagi ASN Mulai Pekan Depan |
|
|---|