Palu Hari Ini
Pajak Air Tanah Palu Melejit di 2025, Bapenda Siapkan Jurus Baru Kejar Target 2026
Dari jumlah tersebut, sebanyak 262 titik akan menjadi tahap awal pemasangan water meter karena alatnya sudah tersedia.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Lisna Ali
Ringkasan Berita:
- Bapenda Kota Palu mencatat realisasi pajak air tanah 2025 melampaui target, yakni Rp3,66 miliar dari target Rp2,75 miliar (134,2 persen).
- Capaian ini menjadi dasar peningkatan target 2026 menjadi Rp7,5 miliar.
- Untuk mengoptimalkan pendapatan, Bapenda akan menerapkan pengukuran berbasis penggunaan riil melalui pemasangan water meter di lokasi usaha, menggantikan sistem estimasi.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palu mencatat realisasi pajak air tanah tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan.
Dari target Rp2,75 miliar, capaian yang diraih mencapai Rp3,66 miliar atau sebesar 134,2 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Bapenda Kota Palu, Syarifudin, mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting dalam menyusun strategi peningkatan pendapatan di tahun 2026.
“Target tahun 2025 Rp2,75 miliar, realisasi Rp3,66 miliar atau 134,2 persen,” ujar Syarifudin, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, potensi pajak air tanah di Kota Palu masih sangat besar, terutama dari sektor usaha seperti pencucian kendaraan, hotel, depot air minum, hingga perusahaan air mineral, dan lain-lain yang memanfaatkan air tanah.
Sebagai langkah lanjutan, Bapenda akan menerapkan sistem pengukuran berbasis data riil melalui pemasangan water meter di lokasi usaha, sesuai Peraturan Wali Kota Palu Nomor 44 Tahun 2024.
“Ke depan tidak ada lagi perhitungan berbasis estimasi, semuanya akan dihitung berdasarkan penggunaan riil,” jelasnya.
Baca Juga: Dinas Perikanan Donggala Hadirkan Tambak Percontohan, Siapkan Kampung Budidaya di Tonggolobibi
Saat ini, Bapenda telah melakukan survei terhadap 292 lokasi usaha.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 262 titik akan menjadi tahap awal pemasangan water meter karena alatnya sudah tersedia.
Sementara itu, masih terdapat 543 lokasi yang belum disurvei dan akan menjadi prioritas pendataan berikutnya.
Ia menjelaskan, pemasangan dilakukan bertahap karena setiap lokasi memiliki spesifikasi pipa yang berbeda, sehingga perlu penyesuaian alat agar tidak terjadi kesalahan pengadaan.
“Ukuran pipa berbeda-beda, ada setengah inci, tiga perempat inci, hingga satu inci. Makanya harus disurvei dulu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Bapenda bekerja sama dengan PDAM Kota Palu untuk mendukung aspek teknis pemasangan di lapangan.
Baca Juga: Pansus LKPJ DPRD Banggai Soroti Anomali Kinerja Investasi, APBD, dan Pertumbuhan Ekonomi
Untuk tahun 2026, target pajak air tanah ditingkatkan menjadi Rp7,5 miliar.
| SDN 10 Palu Siapkan Bonus Bagi Siswa Peraih Nilai 100 di TKA |
|
|---|
| Himpunan Ekonomi Syariah Unisa Palu Gelar LCTF, Ajang Adu Ilmu Hukum Islam |
|
|---|
| Lintasorganisasi Soroti Aktivitas Pertambangan di Hari Bumi, Koorlap: Pencemaran Udara |
|
|---|
| SD Inpres 6 Lolu Lolos Tahap Awal Sekolah Rujukan Google, Siap Hadapi Seleksi Lanjutan |
|
|---|
| Warga Lempari Batu Saat Penggerebekan Narkoba di Kelurahan Lere Palu, Polisi Bekuk Empat Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Penyegelan-Warung-Makan-di-Palu-Ramai-Diperbincangkan-Bapenda-Sudah-Lewati-Prosedur.jpg)