Palu Hari Ini
Hadirkan Permainan Tradisional Bagi Warga Palu, Tim Ayo Bermain Palu: Simpan HP mu, Kamai Momore
Ia mengaku bahwa mulanya terinspirasi dari komunitas bermain yang ada di ibu Kota Jakarta.
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Tim Ayo Bermain Palu menjadi pelopor permainan tradisional bagi warga Kota Palu dengan menggelar kegiatan di Lapangan Vatulemo setiap Jumat malam, pukul 19.00–22.00 Wita.
- Ketua tim, Uchup, menyebut kegiatan ini menumbuhkan kembali semangat anak muda untuk bermain bersama dan menjaga permainan tradisional yang mulai terkikis oleh dunia digital, sesuai slogan mereka “Simpan Handphone mu, Kamai Momore (Mari Bermain)”.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Tim Ayo Bermain Palu menjadi pelopor dalam permainan tradisional untuk warga Kota Palu.
Mereka menggelar kegiatan itu di Lapangan Vatulemo Jl Moh Yamin Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Ketua tim Ayo Bermain Palu, Uchup mengatakan permainan itu mereka lakukan di Jumat malam.
Mereka membuka permainan tradisional itu mulai dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00 Wita.
Ia mengatakan dengan adanya permainan tradisional itu memunculkan kembali semangat anak muda dalam bermain bersama.
"Untuk antusiasnya sekarang sudah sangat luar biasa," katanya kepada awak media saat ditemui di lokasi bermain, Jumat (22/5/2026).
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan ruang kepada generasi muda agar tetap menjaga dan memelihara permainan tradisional yang mulai terkikis oleh dunia digital.
Baca juga: Ikut Bermain di Ayo Bermain Palu, Mutmainah Korona : Ruang Ini Harus Dirawat dan Dijaga
"Sesuai slogan kami, simpan Handphone mu, Kamai Momore (mari bermain)," katanya dengan slogan bahasa Kaili.
Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya mereka mengadakan 3 permainan tradisional, diantaranya lompat karet, engklek hingga gobak sodor.
Namun ramainya warga yang hadir, menjadikan berbagai permainan tradisional lainnya turut dihadirkan diruang terbuka itu.
"Kami ada 3 permainan, klahar (gobak sodor), kadende (engklek) dan lompat karet, tapi sekarang sudah mulai banyak massa jadi mereka buat permainan sendiri seperti benteng (bentengan), lompat jengkal dan congklak,"
Ia mengaku bahwa mulanya terinspirasi dari komunitas bermain yang ada di ibu Kota Jakarta.
Sehingga mereka turut membentuk kelompok bermain itu di Kota Palu.
Selain inspirasi, ia juga mengatakan bahwa saat ini anak muda bergantung dengan gadget.
"Jadi kami buat game ini agar tetap hidup dizaman sekarang," ucapnya diiringi sorak sorai pemain. (*)
| Ikut Bermain di Ayo Bermain Palu, Mutmainah Korona : Ruang Ini Harus Dirawat dan Dijaga |
|
|---|
| Ayo Bermain Palu Beri Ruang Untuk Warga Rasakan Permainan Tradisional |
|
|---|
| Anggota DPRD Palu Mutmainah Korona Apresiasi Peran Anak Muda Hadirkan Permainan Tradisional |
|
|---|
| Nostalgia, Ratusan Warga Palu Padati Lapangan Vatulemo Bermain Permainan Tradisional |
|
|---|
| Kasus Siswa Tertekan di SMA Gamaliel Palu, Yayasan Pastikan Evaluasi Sesuai Aturan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/t8a7td8adajpggs.jpg)