Jumat, 5 Juni 2026

Palu Hari Ini

Kepala BPS Palu Sebut YouTuber hingga Pelaku Usaha Digital Masuk Sasaran Sensus Ekonomi 2026

Cakupan Sensus Ekonomi 2026 mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup 22 lapangan usaha.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Zulfadli
SENSUS EKONOMI - Kepala BPS Palu, Agus Santoso, mengatakan perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai jenis usaha baru yang kini memiliki kontribusi terhadap perekonomian. 

Ringkasan Berita:
  • BPS Palu memastikan pelaku usaha digital seperti YouTuber dan kreator konten masuk dalam cakupan Sensus Ekonomi 2026.
  • Pendataan menyasar seluruh usaha yang menghasilkan nilai ekonomi, baik konvensional maupun berbasis internet.
  • Sensus Ekonomi 2026 di Kota Palu akan berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 282 petugas.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pelaku usaha berbasis digital seperti YouTuber, kreator konten, hingga berbagai profesi memanfaatkan platform internet dipastikan menjadi bagian dari sasaran pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026.

Kepala BPS Palu, Agus Santoso, mengatakan perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai jenis usaha baru yang kini memiliki kontribusi terhadap perekonomian.

Karena itu, pendataan tidak hanya menyasar usaha konvensional yang memiliki toko atau kantor fisik.

Baca juga: Usaha Rumahan dan Online Tak Luput dari Pendataan Sensus Ekonomi 2026

“Usaha yang berbasis internet seperti YouTuber dan berbagai profesi digital lainnya juga menjadi sasaran pendataan kami,” ujar Agus Santoso usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (4/6/2026).

Menurut Agus, cakupan Sensus Ekonomi 2026 mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup 22 lapangan usaha.

Dengan cakupan tersebut, sensus akan menjangkau berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri pengolahan, perdagangan, jasa, industri kreatif, hingga usaha yang beroperasi secara digital.

Ia menjelaskan, pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat, termasuk usaha-usaha yang selama ini dijalankan secara daring.

“Lapangan usaha yang kami data sangat luas, termasuk industri kreatif dan usaha berbasis teknologi,” katanya.

Selain pelaku ekonomi digital, BPS Palu juga akan mendata berbagai usaha rumahan yang tidak memiliki tempat usaha khusus.

Usaha online, jasa konsultasi, hingga jasa konstruksi yang dijalankan dari rumah tetap masuk dalam cakupan Sensus Ekonomi 2026.

Agus menegaskan, seluruh bentuk usaha yang menghasilkan nilai ekonomi menjadi sasaran pendataan, baik yang memiliki bangunan usaha yang mudah dikenali maupun yang beroperasi secara fleksibel.

Baca juga: Atasi Tekanan Fiskal, Kabupaten Poso Bidik Pendapatan Baru dari Sektor Ekonomi Hijau

“Semua usaha menjadi sasaran pendataan, baik yang terlihat secara fisik maupun yang tidak memiliki tempat usaha yang mudah dikenali,” ujarnya.

Data yang diperoleh dari sensus nantinya akan digunakan untuk mengetahui jumlah usaha, tenaga kerja yang terserap, serta karakteristik usaha pada berbagai sektor ekonomi.

Menurut Agus, informasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved