Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas, daya tarik, dan rasa bangga masyarakat terhadap produk lokal.
Produk tersebut mengusung motif batik Bungku, salah satu motif budaya lokal yang merepresentasikan kekayaan tradisi masyarakat Morowali.
Batik Morowali itu memiliki nilai seni, filosofi, serta potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan secara konsisten.
Seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dirancang dengan semangat persatuan dan penguatan identitas daerah.
Disperindag mulai memasarkan dan memperkenalkan Batik Morowali yang hadir dengan beragam motif.
Bupati menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan telah selesai dan tidak ada lagi hambatan administratif.
Anwar Hafid menilai pengawasan lingkungan tidak boleh lagi bersifat parsial.
Anwar Hafid menuturkan bahwa persoalan agraria merupakan masalah klasik.
Ia menegaskan bahwa apabila Pemerintah Provinsi Sulteng mengerahkan tim khusus.
Dalam keterangannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemprov Sulteng akan memperkuat sinergi.
Pasar Murah itu digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Morowali ke-26 tahun 2025.
Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan komitmen pemerintah daerah.
Sebagai kawasan industri terintegrasi terbesar di Indonesia, PT IMIP menampilkan beragam hasil produksi unggulannya.
Program pasar murah ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.
Kegiatan itu dipusatkan di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Kelurahan Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah.
Turut di hadiri Wakil Mentri dalam Negeri, Para Kepala Daerah, unsur forkopimda, jajaran OPD, pelajar, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar menyampaikan apresiasi terhadap kerukunan dan keharmonisan yang terus terjaga di Morowali.
Anwar Hafid menyoroti secara khusus komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan melalui program bantuan dan beasiswa.
Para penari laki-laki tampil gagah dengan busana tradisional bernuansa cokelat dan kuning, lengkap dengan properti.
Video tersebut menampilkan kerumunan warga di pinggir Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di area Tembe, Desa Lalampu, diduga menemukan uang palsu.