Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran aktif perempuan di berbagai lini kehidupan.
Kegiatan itu di Gedung Serbaguna Ahmad Hadie, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Morowali.
Salah satu pelaku diduga membawa senjata api jenis pistol dan langsung menodongkannya ke arah pemilik kios.
Rahma mengaku tergerak untuk membantu setelah melihat kondisi para korban bencana melalui media sosial, yang harus kehilangan tempat tinggal.
Ia menyampaikan bahwa koordinasi yang baik menjadi kunci agar proses penyusunan laporan dapat diselesaikan tepat waktu, berkualitas.
Ia bahkan secara terbuka meminta seluruh jajarannya agar tidak ragu menegur dirinya apabila kebijakan atau instruksi.
Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil harus melalui pertimbangan matang, berlandaskan regulasi, serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Selanjutnya, jabatan Kasat Intelkam Polres Morowali diserahterimakan dari IPTU Sappewali, kepada IPTU Radyanto.
Menurut Yusman, kondisi keuangan daerah masih stabil dan mampu memenuhi kewajiban pembayaran gaji tersebut.
Yusman menegaskan, kebijakan pengangkatan PPPK telah melalui perhitungan yang matang dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Ia menjelaskan, pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal, sehingga belanja pegawai tetap.
Ia menjelaskan, pengangkatan ribuan PPPK tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik.
Ia menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, kepala bagian, hingga camat agar menindaklanjuti setiap rekomendasi DPRD.
Diikuti oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali.
Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan dikelola secara positif dan konstruktif.
Menurutnya, pembangunan daerah memerlukan waktu, komitmen, serta kerja bersama seluruh elemen pemerintahan.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus memenuhi kebutuhan sumber daya manusia.
Sebagai penanda dimulainya masa kerja PPPK Paruh Waktu yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik di daerah tersebut.
Perayaan Natal di Gereja Bethany Bungku berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Sabtu (13/12/2025).