Rabu, 3 Juni 2026

Ramadan 2026

Prediksi 1 Ramadan 1447 Hijriyah Versi Alkhairaat, Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Penetapan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI.

Tayang:
Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
Zulfadli/TribunPalu.com
PEMANTAUAN HILAL - Pemantauan Hilal di Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam yang berpusat di Sulawesi Tengah, Alkhairaat, memprediksi awal bulan suci Ramadan 1447 Hijiriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan awal puasa dimulai pada malam Kamis. 

Namun, Thomas juga menjelaskan bahwa tidak semua pihak menggunakan kriteria MABIMS.

Beberapa ormas Islam mengacu pada kriteria Turki yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.

Baca juga: Buka Puasa di Best Western Plus Coco Palu Mulai Rp125 Ribu, Ada Promo Anak Gratis

Thomas menegaskan bahwa perbedaan ini bersifat ilmiah dan metodologis, bukan perbedaan prinsip keagamaan.

"Jadi, ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada yang 18 Februari dan ada yang 19 Februari," ungkap Thomas.

Kementerian Agama (Kemenag) sendiri secara resmi telah menjadwalkan sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Dengan begitu, kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari jika hilal memenuhi kriteria.

Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 H.

Dengan menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan awal puasa pada Rabu (18/2/2026).

Sementara Nahdlatul Ulama akan menggelar Rukyatul Hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

NU menetapkan awal Ramadan dengan metode Rukyatul Hilal yang didukung data hisab.

Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan ditetapkan keesokan harinya.

Keputusan akhir biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dihimpun dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.(*)

Jadwal Harian Puasa Ramadan 1447 H

18 Februari 2026 (1 Ramadan 1447, Rabu)
19 Februari 2026 (2 Ramadan 1447, Kamis)
20 Februari 2026 (3 Ramadan 1447, Jumat)
21 Februari 2026 (4 Ramadan 1447, Sabtu)
22 Februari 2026 (5 Ramadan 1447, Minggu)
23 Februari 2026 (6 Ramadan 1447, Senin)
24 Februari 2026 (7 Ramadan 1447, Selasa)
25 Februari 2026 (8 Ramadan 1447, Rabu)
26 Februari 2026 (9 Ramadan 1447, Kamis)
27 Februari 2026 (10 Ramadan 1447, Jumat)
28 Februari 2026 (11 Ramadan 1447, Sabtu)
1 Maret 2026 (12 Ramadan 1447, Minggu)
2 Maret 2026 (13 Ramadan 1447, Senin)
3 Maret 2026 (14 Ramadan 1447, Selasa)
4 Maret 2026 (15 Ramadan 1447, Rabu)
5 Maret 2026 (16 Ramadan 1447, Kamis)
6 Maret 2026 (17 Ramadan 1447, Jumat)
7 Maret 2026 (18 Ramadan 1447, Sabtu).
8 Maret 2026 (19 Ramadan 1447, Minggu)
9 Maret 2026 (20 Ramadan 1447, Senin)
10 Maret 2026 (21 Ramadan 1447, Selasa)
11 Maret 2026 (22 Ramadan 1447, Rabu)
12 Maret 2026 (23 Ramadan 1447, Kamis)
13 Maret 2026 (24 Ramadan 1447, Jumat)
14 Maret 2026 (25 Ramadan 1447, Sabtu)
15 Maret 2026 (26 Ramadan 1447, Minggu)
16 Maret 2026 (27 Ramadan 1447, Senin)
17 Maret 2026 (28 Ramadan 1447, Selasa)
18 Maret 2026 (29 Ramadan 1447, Rabu)
19 Maret 2026 (30 Ramadan 1447, Kamis)

Bacaan Niat Puasa Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma Ghodin 'An Adaa'i Fardhi Syahri Romadhoona Haadzihis Sanati Lillahi Ta'ala

"Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Selain bacaan niat Puasa Ramadan masih ada serangkaian amalan bacaan doa lainnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved