Sabtu, 18 April 2026

Kabar Seleb

Reaksi Denada Lihat Ressa Sana-sini Buka Aib Usai Diakui Anak: Aduh Kok Gini

Pengakuan Denada terhadap Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya kini memasuki babak baru.

Editor: Lisna Ali
Handover
DENADA DAN RESSA - Denada mengungkapkan rasa kecewanya melihat sikap Ressa sesaat setelah identitasnya diakui. 

TRIBUNPALU.COM - Pengakuan Denada terhadap Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya kini memasuki babak baru.

Setelah 24 tahun memendam rahasia, pengakuan tersebut nyatanya tidak langsung membawa kedamaian di antara keduanya.

Denada mengungkapkan rasa kecewanya melihat sikap Ressa sesaat setelah identitasnya diakui.

Penyanyi yang juga putri Emilia Contessa ini mengaku syok melihat Ressa justru sibuk muncul di berbagai kanal YouTube.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, Denada meluapkan perasaan sedihnya atas tindakan sang anak.

Kekecewaan ini bermula ketika Ressa mulai kuliti aib dan rahasia keluarga di hadapan publik melalui konten podcast.

Padahal, pihak Denada berharap masa mediasi di pengadilan bisa menjadi ruang untuk saling introspeksi diri.

Denada merasa tindakan Ressa yang berbicara ke sana-sini justru memperkeruh suasana keluarga yang sudah lama retak.

Iqbal menyebutkan bahwa selama tiga minggu masa mediasi, seharusnya kedua belah pihak menjaga ketenangan.

"Kemarin kan masa mediasi tiga minggu ya lamanya. Nah dalam kurun waktu tiga minggu itu sebetulnya kan aku pengin para pihak ini calling down, introspeksi diri," kata Iqbal.

"Ibaratnya ada yang salah ya ayo ditata lagi kan gitu, sehingga nanti ada komunikasi yang baik," lanjutnya.

Baca juga: Ressa Tetap Tutup Pintu Maaf Meski Denada Akui Sebagai Anak Kandung

Namun, manuver Ressa di media sosial dianggap sebagai langkah yang tidak menghargai proses perdamaian yang sedang diupayakan.

Denada merasa keberatan karena masalah yang sangat privat ini kini justru menjadi konsumsi publik.

"Namun di masa mediasi ini saya penginnya kan kayak masa tenang gitu loh," tutur Iqbal.

"Tapi pihak penggugat malah manuver kayak podcast, ngomong sana sini sehingga ya gimana tujuan mediasinya ya nggak tercapai."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved