Jumat, 5 Juni 2026

Kabar Seleb

Dokter Kamelia Menangis Dengar Pleidoi Ammar Zoni yang Bahas Masa Lalu dengan Irish Bella

Tangis Dokter Kamelia pecah saat mendampingi kekasihnya, Ammar Zoni, dalam sidang lanjutan Kasus narkoba di Rutan Salemba.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Tribunnews.com
PLEIDOI AMMAR - Tangis Dokter Kamelia pecah saat mendampingi kekasihnya, Ammar Zoni, dalam sidang lanjutan Kasus narkoba di Rutan Salemba. 

“Soal masa lalu jangan enggak usah dibawa-bawa seharusnya menurut aku,” tuturnya.

Meski demikian, Aditya tetap menghormati keputusan sang kakak dalam menyampaikan pleidoi tersebut.

Ia memahami bahwa setiap orang memiliki cara pandang masing-masing dalam menghadapi situasi sulit.

“Cuman mungkin Bang Amar punya pendapat yang lain ya silakan aja enggak masalah juga,” ucapnya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi untuk menentukan arah pembelaan tersebut.

“Kan bukan aku juga yang melakukan pembelaan,” pungkas Aditya.

Baca juga: Kunker ke Palu, Menteri Nusron Wahid Serahkan 33 Sertipikat dan Resmikan Masjid BPN

Ammar Zoni Singgung Irish Bella dalam Pleidoi

Mengenakan kemeja putih, aktor yang kini terjerat kasus narkoba untuk keempat kalinya itu tak kuasa membendung air mata saat menguraikan kehancuran hidupnya yang kini berada di titik nadir.

Suara Ammar bergetar menceritakan momen paling menyakitkan yang menjadi awal mula keterpurukannya. Semua dimulai dari gugatan cerai dari Irish Bella.

Kabar pahit itu, ia terima justru saat dirinya sedang berjuang melawan adiksi di panti rehabilitasi pada kasus keduanya.

Bagi Ammar, perpisahan tersebut adalah pukulan telak yang meruntuhkan prinsip hidupnya.

"Sungguh menyakitkan, kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya. Dia meminta saya memberikan talak kepadanya," ujar Ammar.

Ammar merasa dirinya ibarat orang sakit yang butuh dirawat, namun justru ditinggalkan saat paling membutuhkan dukungan.

"Kecanduan adalah penyakit otak kronis. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang? Di saat hanya dialah satu-satunya rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya," kata Ammar.

Kesedihan Ammar semakin berlipat saat mengenang kepergian sang ayah, Suhendri Zoni, ketika ia masih berada di balik jeruji besi pada kasus sebelumnya.

Ia menyebut, ketidakmampuannya mendampingi sang ayah di saat terakhir sebagai dosa besar.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved