Selasa, 28 April 2026

OPINI

OPINI: 80 Tahun Kemerdekaan: Saatnya Indonesia Berbenah Dari Dalam

Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun ekonomi Indonesia terus tumbuh, distribusi kemakmuran masih belum merata.

Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
Dr. Kamridah, M. Th.I (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Datokarama Palu) 

Oleh: Dr. Kamridah, M. Th.I
(Dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Datokarama Palu)

TRIBUNPALU.COM - Agustus 2025 menandai tonggak bersejarah bagi Indonesia -80 tahun Kemerdekaan.

Delapan decade yang lalu, para founding father kita memproklamasikan kemerdekaan dengan semangat dan harapan membara.

Kini, dengan tema “Bersatu Berdaulat, rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Kita dihadapkan pada pertanyaan krusial; Benarkah Indonesia telah merdeka dalam arti yang sesungguhnya?

Merdeka secara Politik memang telah kita raih sejak 1945. Namun, kemerdekaan sejati menuntut lebih dari sekedar pengibaran bendera dan upacara seremonial.

Indonesia saat ini masih bergulat dengan persoalan mendasar yang menggerogoti fondasi bangsa: korupsi yang mengakar, kesenjangan sosial yang menganga, dan mental kolonial yang masih bercokol di berbagai lini kehidupan.

Baca juga: HUT RI ke-80, Morowali Bagikan 39 Ton Beras untuk Desa Rawan Pangan

Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun ekonomi Indonesia terus tumbuh, distribusi kemakmuran masih belum merata.

Kesenjangan antara kaya dan miskin tetap menjadi PR besar yang membutuhkan penanganan serius, ini bukan sekadar angka statistik, melainkan  cerminan dari sistem yang belum sepenuhnya berpihak pada rakyat.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah persistensi kolonial di era modern. Kita sering kali masih terpaku pada standar dan validasi dari luar, mengabaikan kekayaan budaya dan potensi local yang tak terhingga.

Media sosial dan globalisasi, alih-alih memperkuat identitas bangsa, malah kerap membuat kita kehilangan jati diri.

Generasi muda Indonesia tumbuh dengan lebih familiar terhadap budaya pop asing ketimbang Kearifan Lokal.

Bahasa daerah mulai punah, sementara Bahasa Indonesia sendiri semakin terkikis oleh dominasi Bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Peringatan HUT RI ke-80 di Petasia Timur Morut dengan Bendera Merah Putih 80 Meter

Ironi ini terjadi tepat Ketika kita memasuki usia kemerdekaan yang ke-80.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved