“Yang terpenting adalah bagaimana hasil dari kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Program pelatihan briket arang ini merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan ITB tahun 2025, yang menekankan penguatan kapasitas desa dan kemandirian energi.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di daerah terpencil.
Para peserta pelatihan yang terdiri dari anggota BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, dan pelaku UMKM juga diharapkan dapat menindaklanjuti program ini secara komersial, tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.