Rabu, 10 Juni 2026

Morowali Hari Ini

Kepala Desa Bahontobungku Morowali Pererat Silaturahmi Warga Lewat Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat itu ditutup pembacaan yang dipimpin kepala desa. 

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
ISMET/TRIBUNPALU.COM
Kepala Desa Bahontobungku Nurdin M Ladatu 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 
 
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Warga RT 03 Desa Bahontobungku, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Sabtu (6/9/2025).

Kegiatan tersebut dirangkaikan pembacaan barzanji.

Masyarakat berdatangan dengan mengenakan busana terbaiknya.

Lantunan takbir dan Salawat menggema dari dalam musala menciptakan suasana penuh kekhusukan. 

Pohon telur menghiasa sudut ruangan kegiatan. 

Baca juga: Gerhana Bulan Total Terlihat di Indonesia Malam Ini, Ketahui Waktu dan Amalan Sunahnya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat itu ditutup pembacaan yang dipimpin kepala desa. 

Kepala Desa Bahontobungku Nurdin M Ladatu menyebutkan, perayaan Maulid Nabi adalah momentum memperarat tali silaturahmi dengan seluruh masyarakat. 

Nurdin berharap, momentum itu bisa menambah nilai keimanan kepada Allah SWT.  

“Melalui momen ini semoga kita senantiasa meneladani akhlak dari Rasulullah SAW. Serta meningkatkan rasa persaudaraan kita sesama Manusia Khususnya Umat Muslim,” ujar Nurdin.

Diketahui, Desa Bahontobungku merupakan desa tertua yang sudah ada sejak tahun 1930-an.

Nama desa itu diambil dari kata "Baho" dalam bahasa Bungku berarti "air". 

Banyak nama desa di Morowali yang diawali dengan "Baho" karena topografi daerah yang dekat dengan sumber air.

Baca juga: Kronologi Remaja di Kolaka Timur Habisi Nyawa Bocah Perempuan, Motif Diduga karena Sakit Hati

Desa Bahontobungku juga memiliki sejarah panjang dengan perjuangan Kemerdekaan.

Itu berdasarkan adanya Benteng Fafontofure di Dusun II.

Benteng itu didirikan Raja pertama Kerajaan Bungku, Raja Sangiang Kinambuka, pada tahun 1742.

Benteng Fafontofure berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk memantau masuknya musuh ke wilayah Kerajaan Bungku.

Situs itu menjadi jejak penting perlawanan Kerajaan Bungku terhadap Kolonial Belanda.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved