Minggu, 26 April 2026

Sulteng Hari Ini

Pemuda Palu Shadiq Muntashir Lolos Bootcamp Antikorupsi KPK, Satu-satunya Wakil Sulteng

Dari total 2.227 pendaftar se-Indonesia, hanya 50 orang yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi ketat. 

|
Handover
WAKILI SULAWESI TENGAH - Muhammad Shadiq Muntashir, pemuda asal Kota Palu, mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Tengah yang lolos seleksi Bootcamp Antikorupsi Nasional – Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). 

Bootcamp Antikorupsi KPK adalah salah satu program edukasi dan kampanye yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melibatkan dan memberdayakan berbagai elemen masyarakat, terutama kaum muda, dalam upaya pencegahan korupsi.

Program ini dirancang sebagai pelatihan intensif untuk membekali pesertanya dengan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan praktis dalam melawan korupsi.

Tujuan dan Peserta

Tujuan utama bootcamp ini adalah untuk mencetak agen-agen perubahan yang bisa menjadi pelopor gerakan antikorupsi di lingkungan masing-masing.

Peserta yang biasanya ditargetkan adalah:

Pemuda: Baik mahasiswa maupun aktivis yang berusia 17-30 tahun.

Profesi Tertentu: Ada juga program khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan profesi lain.

Seleksi untuk mengikuti program ini cukup ketat, dengan ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia, namun hanya puluhan peserta terbaik yang terpilih.

Materi yang Dibahas

Selama bootcamp, para peserta akan mendapatkan berbagai materi komprehensif, seperti:

Nilai-Nilai Antikorupsi: Pemahaman mendalam tentang sembilan nilai integritas (jujur, disiplin, peduli, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, berani, dan adil).

Tematik Korupsi: Pembahasan tentang berbagai modus korupsi, seperti korupsi sumber daya alam atau penyalahgunaan anggaran.

Keterampilan Praktis: Pelatihan untuk menyusun laporan pengaduan yang berkualitas dan melakukan investigasi sederhana.

Strategi Kampanye: Pelatihan tentang bagaimana membuat kampanye antikorupsi yang efektif, baik secara digital maupun di media massa.

Manajemen Penyuluhan: Pembekalan untuk menjadi penyuluh antikorupsi yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat luas.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved