Rabu, 22 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Program MBG di Parigi Tidak Dihapus, Hanya Distop Sementara untuk Evaluasi

Namun demikian, Abdul Rajab belum bisa memastikan kapan program MBG akan kembali berjalan di sekolah tersebut.

|
Editor: Fadhila Amalia
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dipastikan tidak dihentikan secara permanen, melainkan hanya dinonaktifkan sementara untuk keperluan evaluasi dan pembenahan. 

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dipastikan tidak dihentikan secara permanen, melainkan hanya dinonaktifkan sementara untuk keperluan evaluasi dan pembenahan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua SPPI SPPG Kelurahan Bantaya, Abdul Rajab, Kamis (11/9/2025), menanggapi berbagai keluhan dari pihak sekolah dan orang tua siswa di media sosial.

“Ini hanya bersifat sementara, bukan dihentikan permanen,” tegas Abdul Rajab.

Baca juga: Ketua SPPI SPPG Bantaya Klarifikasi soal MBG SDN 3 Parigi: Hanya Dinonaktifkan Sementara

Menurutnya, penonaktifan sementara ini dilakukan karena masalah teknis, terutama terkait penataan ompreng (wadah makan) yang tidak tertib saat dijemput dari sekolah.

“Masalah utamanya, ompreng tidak tersusun rapi saat dijemput. Ini bukan hanya satu atau dua kali, tetapi beberapa kali terjadi,” ujarnya.

Selain itu, beberapa ompreng sempat dilaporkan hilang meskipun kemudian ditemukan kembali. Rajab menjelaskan bahwa pihaknya menilai kondisi ini perlu dibenahi demi kelancaran distribusi MBG.

“Kami tidak ingin menimbulkan beban tambahan bagi tim pengantar. Driver kami punya jadwal yang ketat. Ompreng harus sesuai jumlah saat dibagikan dan dikembalikan,” tambahnya.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, RS Bhayangkara Palu Tambah 12 Ruang Rawat Inap VVIP

Saat ini, semua ompreng dari SDN 3 Parigi telah kembali lengkap.

Namun demikian, Abdul Rajab belum bisa memastikan kapan program MBG akan kembali berjalan di sekolah tersebut.

“Sekarang ompreng sudah lengkap, ini hanya sebagai teguran agar pihak sekolah bisa berbenah,” jelasnya.

Abdul Rajab menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk sanksi atau pemutusan kerja sama, melainkan cara untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengelolaan program di sekolah.

“Kami berharap SDN 3 Parigi bisa belajar dari ini dan lebih tertib dalam mengelola MBG,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama dari program MBG tetap sama, yaitu memastikan anak-anak mendapat gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang dan semangat belajar mereka.

Baca juga: Batin Tersiksa, Eza Gionino Minta Istri dan Anak Kembali ke Rumah

“Kami tetap prioritaskan MBG untuk kesehatan anak-anak. Tapi pengelolaannya juga harus rapi dan terorganisir,” tegas Rajab.

SPPI SPPG juga berharap ke depan komunikasi antara penyedia MBG dan sekolah dapat berjalan lebih baik dan diperkuat dengan kesepakatan tertulis agar tidak terjadi salah paham.

“Jangan sampai orang berpikir sekolah menolak MBG. Ini hanya masalah tertib administrasi dan pengelolaan ompreng,” tuturnya.

Rajab menambahkan, pihaknya siap kembali menyalurkan MBG ke SDN 3 Parigi jika sekolah telah melakukan pembenahan yang diperlukan.

Baca juga: Bupati Sigi Hadiri Penandatanganan SKB Lintas Kementerian, Dorong Transformasi Pelayanan Publik

“Kami ingin MBG berjalan lancar, tertib, dan bermanfaat bagi anak-anak,” pungkasnya.

Apa Itu MBG?

Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu program utama yang diusung oleh pemerintahan terpilih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Program ini sebelumnya dikenal dengan nama makan siang gratis dan kini telah berganti nama menjadi makan bergizi gratis untuk menekankan pada aspek nutrisi.

Tujuan dan Konsep Program

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui perbaikan gizi, terutama pada anak-anak.

Program ini didasarkan pada keyakinan bahwa gizi yang baik akan berdampak positif pada kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak-anak, sehingga dapat mencegah stunting dan meningkatkan prestasi belajar.

Konsepnya mencakup:

Target Penerima: Program ini akan diberikan kepada anak-anak sekolah, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Penyediaan Makanan Bergizi: Makanan yang diberikan akan diatur agar memenuhi standar gizi yang seimbang, mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.

Susu Gratis: Selain makanan, program ini juga mencakup pemberian susu gratis untuk anak-anak sekolah.

Status Implementasi

Pemerintahan baru akan mulai mengimplementasikan program ini secara bertahap.

Hingga saat ini, pemerintah sedang dalam tahap finalisasi rencana dan persiapan anggaran untuk memastikan program ini berjalan efektif dan merata di seluruh Indonesia.

Rencananya, program ini akan diluncurkan pada tahun 2025 dengan anggaran yang disiapkan sekitar Rp 15 triliun untuk tahap awal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved