Rabu, 8 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Program MBG di Parigi Tidak Dihapus, Hanya Distop Sementara untuk Evaluasi

Namun demikian, Abdul Rajab belum bisa memastikan kapan program MBG akan kembali berjalan di sekolah tersebut.

|
Editor: Fadhila Amalia
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dipastikan tidak dihentikan secara permanen, melainkan hanya dinonaktifkan sementara untuk keperluan evaluasi dan pembenahan. 

TRIBUNPALU.COM, PARIMO – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dipastikan tidak dihentikan secara permanen, melainkan hanya dinonaktifkan sementara untuk keperluan evaluasi dan pembenahan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua SPPI SPPG Kelurahan Bantaya, Abdul Rajab, Kamis (11/9/2025), menanggapi berbagai keluhan dari pihak sekolah dan orang tua siswa di media sosial.

“Ini hanya bersifat sementara, bukan dihentikan permanen,” tegas Abdul Rajab.

Baca juga: Ketua SPPI SPPG Bantaya Klarifikasi soal MBG SDN 3 Parigi: Hanya Dinonaktifkan Sementara

Menurutnya, penonaktifan sementara ini dilakukan karena masalah teknis, terutama terkait penataan ompreng (wadah makan) yang tidak tertib saat dijemput dari sekolah.

“Masalah utamanya, ompreng tidak tersusun rapi saat dijemput. Ini bukan hanya satu atau dua kali, tetapi beberapa kali terjadi,” ujarnya.

Selain itu, beberapa ompreng sempat dilaporkan hilang meskipun kemudian ditemukan kembali. Rajab menjelaskan bahwa pihaknya menilai kondisi ini perlu dibenahi demi kelancaran distribusi MBG.

“Kami tidak ingin menimbulkan beban tambahan bagi tim pengantar. Driver kami punya jadwal yang ketat. Ompreng harus sesuai jumlah saat dibagikan dan dikembalikan,” tambahnya.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan, RS Bhayangkara Palu Tambah 12 Ruang Rawat Inap VVIP

Saat ini, semua ompreng dari SDN 3 Parigi telah kembali lengkap.

Namun demikian, Abdul Rajab belum bisa memastikan kapan program MBG akan kembali berjalan di sekolah tersebut.

“Sekarang ompreng sudah lengkap, ini hanya sebagai teguran agar pihak sekolah bisa berbenah,” jelasnya.

Abdul Rajab menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk sanksi atau pemutusan kerja sama, melainkan cara untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengelolaan program di sekolah.

“Kami berharap SDN 3 Parigi bisa belajar dari ini dan lebih tertib dalam mengelola MBG,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama dari program MBG tetap sama, yaitu memastikan anak-anak mendapat gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang dan semangat belajar mereka.

Baca juga: Batin Tersiksa, Eza Gionino Minta Istri dan Anak Kembali ke Rumah

“Kami tetap prioritaskan MBG untuk kesehatan anak-anak. Tapi pengelolaannya juga harus rapi dan terorganisir,” tegas Rajab.

SPPI SPPG juga berharap ke depan komunikasi antara penyedia MBG dan sekolah dapat berjalan lebih baik dan diperkuat dengan kesepakatan tertulis agar tidak terjadi salah paham.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved