Sulteng Hari Ini
Respons Kritik Pansus LKPJ, Safri: Program Rakyat Perlu Disempurnakan, Bukan Dihentikan
Ia menilai, keberlanjutan program justru harus dijaga sambil terus dilakukan penyempurnaan.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menolak usulan penghentian sementara program Beasiswa Berani Cerdas dan BERANI Sehat yang diajukan dalam rapat Pansus LKPJ.
- Ia menegaskan kedua program tersebut penting untuk meningkatkan pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat.
- Safri menilai program Beasiswa Berani Cerdas membantu akses pendidikan bagi warga kurang mampu dengan visi “Satu Rumah Satu Sarjana”, sementara BERANI Sehat mendukung pemerataan layanan kesehatan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Beasiswa Berani Cerdas dan layanan kesehatan BERANI Sehat. Ia secara tegas menolak usulan penghentian sementara kedua program tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Safri menanggapi pandangan Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Sulteng, Marselinus, yang dalam rapat Pansus pada Senin (20/4/2026) kemarin, merekomendasikan agar program tersebut dihentikan sementara guna evaluasi menyeluruh.
Menurut Safri, program Berani Cerdas dan BERANI Sehat merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Ia menilai, keberlanjutan program justru harus dijaga sambil terus dilakukan penyempurnaan.
“Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Yang perlu dilakukan adalah penguatan dan evaluasi bertahap, bukan penghentian,” tegas Safri.
Baca juga: DPR RI Sahkan UU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga, Apa Saja Poinnya?
Safri menekankan bahwa Beasiswa Berani Cerdas hadir untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu, mulai dari jenjang SMA, SMK, SLB hingga perguruan tinggi.
Program ini juga membawa visi besar “Satu Rumah Satu Sarjana” sebagai upaya nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Dengan mencetak lebih banyak sarjana dari keluarga kurang mampu, kita sedang membangun fondasi kemajuan Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Sementara itu, terkait program BERANI Sehat, Safri menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Tengah.
Program ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas.
Ia mengakui bahwa dalam implementasi tentu ada tantangan, termasuk perlunya edukasi masyarakat terkait mekanisme BPJS.
Baca juga: Kartini Masa Kini, AKP Siti Elminawati Jadi Perisai Perempuan dan Anak di Polres Sigi
Namun, hal tersebut menurutnya dapat diatasi melalui sosialisasi yang lebih intensif, tanpa harus menghentikan program.
| Kapan Catatan Kredit Macet di SLIK Bersih? Cek Penjelasan OJK Sulteng |
|
|---|
| Nasdem Sulteng Susun Kepengurusan Baru, Ini Daftar Ketua DPD Se-Sulawesi Tengah 2026-2029 |
|
|---|
| Muhammad Safri Gaungkan Semangat Kolaborasi dan Kesetaraan Gender di Hari Kartini |
|
|---|
| Muhammad Safri Gaungkan Semangat Kolaborasi dan Kesetaraan Gender di Momen Hari Kartini |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Tegaskan Tidak Ada Pengambilalihan Lahan Warga di Lembah Napu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1001217034JPG.jpg)