Minggu, 10 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Durian Sulteng Terancam Penyakit Bangkalan, Kadis TPH: Petani Sudah Beralih ke Cokelat

Nelson mengungkapkan, penyakit tersebut sudah berdampak langsung ke lapangan, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong,

Tayang:
Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
HANDOVER / BIRO ADPIM PEMPROV SULTENG
PELATIHAN EKSPOR - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah, Nelson Metubun mengungkapkan ancaman serius terhadap produksi buah durian di Sulteng akibat penyakit "bangkalan" menyebabkan daging buah Durian menjadi tawar. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah, Nelson Metubun mengungkapkan ancaman serius terhadap produksi buah durian di Sulteng akibat penyakit "bangkalan" menyebabkan daging buah Durian menjadi tawar.

Peringatan tersebut disampaikan Nelson saat membuka acara Pelatihan Ekspor dan Business Matching bagi pelaku Packing House (PH) komoditi durian, yang digelar di Hotel Khas, Palu, Rabu (10/9/2025).

“Penyakit bangkalan ini harus diwaspadai. Kita perlu tahu apakah penyebabnya karena virus atau karena kekurangan unsur hara,” ujarnya.

Baca juga: Kadis TPH Sulteng Ingatkan Soal Penyakit Pada Durian Berpotensi Kerugian

Nelson mengungkapkan, penyakit tersebut sudah berdampak langsung ke lapangan, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong, yang dikenal sebagai salah satu sentra durian di Sulawesi Tengah.

“Sudah ada petani yang menebang pohon duriannya karena buahnya tidak layak jual, lalu beralih ke tanaman cokelat,” jelasnya.

Menurutnya, jika masalah ini tidak segera ditangani, produksi buah durian akan terus menurun, sekalipun jumlah pelaku usaha packing house meningkat.

“Walaupun banyak PH, tapi kalau produksinya turun, itu akan jadi masalah serius bagi rantai pasok dan ekspor,” imbuh Nelson.

Menghadapi kondisi ini, Dinas TPH Sulteng telah melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi ke Kementerian Pertanian untuk pengambilan dan analisis sampel dari pohon durian yang terinfeksi.

Baca juga: Kemenkum Sulteng-BRIDA Banggai Perkuat Layanan Hukum untuk Masyarakat

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengendalian penyakit di tingkat kabupaten agar penyebarannya tidak meluas.

“Ini penting, apalagi kita sudah punya peluang besar untuk ekspor langsung durian dari Sulteng ke Tiongkok,” terang Nelson.

Dalam kesempatan yang sama, Nelson mewakili Gubernur Sulteng untuk membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada OJK Perwakilan Sulteng yang telah menginisiasi pelatihan tersebut.

Baca juga: 12 Alasan PPPK Paruh Waktu 2025 Bisa Diberhentikan dari Pekerjaan

Kegiatan ini dinilai sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas jaringan ekspor, sekaligus mendukung program prioritas BERANI Sejahtera dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan.

“Mari jadikan momen ini sebagai titik awal untuk membawa durian Sulawesi Tengah, dari kebun rakyat ke meja makan dunia,” ajaknya.

Dalam acara ini, beberapa pelaku usaha packing house juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Dinas TPH, Dinas Pangan, serta perbankan untuk menjaga mutu produksi dan memperkuat permodalan usaha.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved