Senin, 18 Mei 2026

Morowali Hari Ini

Beasiswa Morowali: Komitmen Dan Transparansi Pemerintah Daerah

Hanya saja, pada era Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf, nilai bantuan ditingkatkan menjadi Rp12 juta per mahasiswa. 

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
ISMET/TRIBUNPALU.COM
Program bantuan pendidikan yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali kembali menjadi sorotan publik. Dengan nilai bantuan yang fantastis, yakni Rp12 juta per mahasiswa, program ini digadang-gadang sebagai langkah besar dalam mendukung ribuan mahasiswa asal Bumi Tepe Asa Maroso, Jumat (19/9/2025). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Program bantuan pendidikan yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali kembali menjadi sorotan publik. Dengan nilai bantuan yang fantastis, yakni Rp12 juta per mahasiswa, program ini digadang-gadang sebagai langkah besar dalam mendukung ribuan mahasiswa asal Bumi Tepe Asa Maroso, Jumat (19/9/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Morowali, Amir Aminudin, menegaskan bahwa beasiswa tersebut bukan program baru, melainkan telah berjalan sejak kepemimpinan sebelumnya dengan nominal Rp4 juta.

Hanya saja, pada era Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf, nilai bantuan ditingkatkan menjadi Rp12 juta per mahasiswa. 

“Ini sebuah terobosan besar dan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan. Kami memberi apresiasi atas visi-misi Bupati yang sangat luar biasa,” ujarnya. 

Jumlah Pendaftar Melampaui Target Tingginya nilai bantuan membuat minat mahasiswa meningkat signifikan. 

Baca juga: Aksi Mahasiswa di Morowali diwarnai, bakar Ban di Depan Kantor Dinas Pendidikan

Jika awalnya diproyeksikan hanya 3.550 mahasiswa yang mendaftar, kini jumlahnya sudah mencapai 3.664 orang.

Bantuan ini terbagi ke dalam dua kategori mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi.

Proses validasi dilakukan melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) untuk memastikan keaslian data, serta cross-check dengan pemerintah desa terkait domisili. 

Anggaran Melonjak Drastis Dengan kenaikan nominal, kebutuhan anggaran juga meningkat tajam. 
Dari semula Rp9 miliar saat bantuan Rp4 juta per mahasiswa, kini kebutuhan mencapai Rp48 miliar untuk lebih dari 4.000 penerima. 

Untuk mengantisipasi beban fiskal, pencairan dilakukan bertahap.

Tahap 1 – 734 mahasiswa semester akhir, dengan penyerapan anggaran Rp8 miliar lebih. 

Tahap 2 – mahasiswa semester 2-7, menunggu pengesahan APBD Perubahan 2025. 

Tahap 3 – mahasiswa baru, diproyeksikan Oktober–November 2025. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved