Jumat, 24 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Parigi Moutong Menuju Bebas Stunting, Kepala DP3AP2KB Perkenalkan Program Inovatif

Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, tim penggerak PKK, hingga masyarakat.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
FAAIZ / TRIBUNPALU.COM
Kepala DP3AP2KB Parigi Moutong, Kartikowati, memperkenalkan inovasi baru untuk percepatan penurunan Stunting di daerah itu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Kepala DP3AP2KB Parigi Moutong, Kartikowati, memperkenalkan inovasi baru untuk percepatan penurunan Stunting di daerah itu.

Sebab, Stunting masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Parigi Moutong.

Meski begitu, prevalensi Stunting di daerah ini menurun dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan ini menjadi bukti kerja keras semua pihak terkait.

Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, tim penggerak PKK, hingga masyarakat.

“Prevalensi Stunting menurun, namun kita harus tetap bekerja keras,” kata Kartikowati, Senin (22/9/2025).

Ia menegaskan komitmen percepatan penurunan Stunting di daerahnya.

Baca juga: Kasus Keracunan Pelajar, Bupati Bangkep: Bukan Salah Program, Tapi Tata Kelola Dapur

Proses penjaringan data dilakukan bersama tim penggerak PKK dan tenaga kesehatan.

Masyarakat juga dilibatkan untuk memastikan intervensi tepat sasaran.

Dari proses ini, lahirlah program Dapur Sehat Atas Stunting, dikenal sebagai Keranjang Dasyat.

Program ini memberikan edukasi gizi dan pendampingan kepada keluarga sasaran.

Keluarga diajarkan membiasakan konsumsi makanan bergizi dengan bahan lokal.

Selain edukasi, keluarga juga menerima paket makanan siap konsumsi.

“Keranjang Dasyat bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi keluarga,” kata Karti.

Program ini juga memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Parigi Moutong.

Sebagai pelengkap, DP3AP2KB meluncurkan Modul Kampanye Keluarga Sadar Gizi (KADARZI).

Selain itu, juga Buku 40 Resep Makanan Bergizi untuk ibu hamil, balita, dan anak dini.

Modul dan buku menjadi panduan praktis bagi kader dan keluarga.

Tujuannya agar pencegahan dan penurunan Stunting dilakukan secara berkelanjutan.

Kata Kartikowati, manfaat inovasi ini mulai terlihat di masyarakat sasaran.

Bahkan, pengetahuan gizi keluarga meningkat secara signifikan sejak program dijalankan.

Baca juga: Profil Risvirenol, Ketua KPU Sulteng yang Dicopot Gegara Pelanggaran Etika Penyelanggara Pemilu

Pun praktik konsumsi pangan bergizi di rumah tangga sasaran juga meningkat.

Sinergi lintas sektor juga menjadi lebih kuat, mempercepat intervensi tepat sasaran.

“Program ini mendorong perubahan perilaku konsumsi pangan bergizi,” tegasnya.

Hasilnya, kasus Stunting di Kabupaten Parigi Moutong mulai menurun.

Kartikowati mengajak seluruh keluarga berperan aktif menjaga asupan gizi.

“Kita bisa memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,” kata Karti.

Ia menekankan peran ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh mitra, tim penggerak PKK, tenaga kesehatan, dan PLKB.

Masyarakat juga diapresiasi karena mendukung upaya percepatan penurunan Stunting.

“Mari bergandengan tangan, wujudkan Parigi Moutong bebas Stunting,” ajak Karti.

Upaya ini tagas dia, dianggap penting demi mencetak generasi emas yang sehat dan cerdas.

Baca juga: PKB Banggai Tegaskan Kawal APBD 2026 yang Pro Rakyat

Program Keranjang Dasyat dan KADARZI diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain.

DP3AP2KB terus memantau dampak inovasi melalui evaluasi berkala dan data lapangan.

Kegiatan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan lintas sektor.

Semua pihak diharapkan aktif menerapkan pola makan sehat di keluarga masing-masing.

"Dengan sinergi yang baik, target bebas Stunting di Parigi Moutong diyakini tercapai," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved