Senin, 4 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Libatkan 256 Personel Gabungan, Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV

Kombes Heni juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh, untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Humas Polda Sulteng
OPERASI KEPOLISIAN - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah terus berlanjut. Polda Sulawesi Tengah kembali memperpanjang pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Madago Raya 2025 Tahap IV. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, POSO – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah terus berlanjut.

Polda Sulawesi Tengah kembali memperpanjang pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Madago Raya 2025 Tahap IV.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJKO), melalui Kepala Operasi Madago Raya Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyampaikan operasi ini berlangsung selama 92 hari, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.

Baca juga: Harga HP Samsung Oktober 2025: Samsung S25 FE, Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z Flip 7, Galaxy A56

Operasi Madago Raya Tahap IV tetap melibatkan personel TNI-Polri dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat dalam menjalankan program deradikalisasi di wilayah hukum Sulawesi Tengah.

“Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam Operasi Madago Raya Tahap IV. Rinciannya 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri,” kata Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, operasi kali ini akan difokuskan pada upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi untuk menjaga stabilitas keamanan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, serta didukung tindakan kepolisian lainnya.

“Upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini ditujukan untuk mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif di tiga wilayah operasi, yakni Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Tojo Una-una,” jelasnya.

Baca juga: Perceraian di Kalangan ASN Morowali Menurun, PA Bungku Dorong Pembinaan Keluarga

Kombes Heni juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh, untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini,” pungkasnya.

Apa Itu Operasi Kepolisian?

Operasi Kepolisian adalah salah satu bentuk penyelenggaraan operasional Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bersifat terencana, sistematis, dan terkoordinasi untuk menangani suatu masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang spesifik.

Menurut peraturan di lingkungan Polri, Operasi Kepolisian didefinisikan sebagai serangkaian tindakan polisional dalam rangka pencegahan, penanggulangan, penindakan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta penanganan bencana yang diselenggarakan dalam kurun waktu, sasaran, cara bertindak (CB), pelibatan kekuatan, dan dukungan sumber daya tertentu.

Karakteristik Utama Operasi Kepolisian

Terencana dan Terprogram: Berbeda dengan kegiatan kepolisian sehari-hari (seperti patroli rutin), Operasi Kepolisian dilaksanakan berdasarkan rencana operasi (Renops) yang disusun secara detail.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved