Sabtu, 11 April 2026

Morowali Hari Ini

Dinas PMD-P3A Morowali Dorong Kolaborasi BUMDes dengan Swasta

Upaya itu dilakukan dengan memetakan potensi desa sekaligus membuka ruang kolaborasi antara BUMDes dan pihak swasta

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
HANDOVER
EKONOMI DESA - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Morowali terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Morowali terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Upaya itu dilakukan dengan memetakan potensi desa sekaligus membuka ruang kolaborasi antara BUMDes dan pihak swasta, terutama di wilayah yang menjadi lokasi investasi perusahaan.

Kepala Dinas PMD-P3A Morowali Abdul Malik Hafid menyampaikan, pengembangan ekonomi desa harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara merata. 

“Kami sedang memetakan potensi-potensi desa agar bisa dikembangkan melalui kerja sama BUMDes dengan pihak swasta. Tujuannya bukan hanya untuk peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk mendorong pemberdayaan perempuan agar ikut berperan dalam pengelolaan usaha desa,” ujarnya.  

Baca juga: Reses di Morowali Utara, Matindas J Rumambi Dorong Pemerintah Prioritaskan Anggaran Bansos Atensi

Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, BUMDes, dan dunia usaha, kata Abdul Malik Hafid, masyarakat dapat mengembangkan berbagai sektor potensial seperti pertanian, perikanan, pariwisata, serta industri rumah tangga. 

Hal itu juga sejalan dengan upaya peningkatan kemandirian perempuan desa melalui kegiatan produktif dan inklusif. 

“Banyak perempuan desa yang sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Dengan adanya kerja sama BUMDes dan pihak swasta, mereka bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai pelaku usaha maupun tenaga kerja produktif. Ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan di desa,” jelas Abdul Malik Hafid.

Dinas PMD-P3A Morowali berkomitmen memberikan pendampingan, pembinaan, dan pelatihan kepada pemerintah desa dan pengelola BUMDes agar mampu mengelola potensi lokal secara profesional dan berkelanjutan. 

“Harapan kami, BUMDes dapat menjadi wadah ekonomi yang inklusif, mendorong partisipasi perempuan, serta berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa di Kabupaten Morowali,” pungkas Abdul Malik Hafid.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved