Selasa, 5 Mei 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Cerita Kepala Sekolah Terpencil di Toribulu Parimo: Dua Guru Honorer Tak Gentar Hadapi Jalan Ekstrem

Mahmud telah bertugas sejak 2021 dan menyaksikan pergantian guru yang terjadi berulang kali.

Tayang:
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu.com/Abdul Humul Faaiz
CERITA INSPIRATIF - Kepala Sekolah SD Terpencil Siti Masita, Mahmud, membeberkan kondisi tenaga pendidik di Dusun Sirombiu, Desa Toribulu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Kepala Sekolah SD Terpencil Siti Masita, Mahmud, membeberkan kondisi tenaga pendidik di Dusun Sirombiu, Desa Toribulu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan hanya dua guru honorer yang masih bertahan mengajar meski akses menuju sekolah sangat ekstrem.

Mahmud telah bertugas sejak 2021 dan menyaksikan pergantian guru yang terjadi berulang kali.

Baca juga: Selain Sabu, Kejari Sigi Musnahkan Senjata Tajam hingga Handphone dari 13 Perkara Pidum

Dia mengatakan banyak guru memilih meninggalkan lokasi karena tidak sanggup menempuh medan yang berat.

“Guru-guru tidak mau ke sana karena akses jalannya sulit. Ada yang bertahan sebentar, lalu turun karena tidak sabar,” kata Mahmud.

Ia mengaku tidak bisa memaksa para guru jika mereka merasa tidak sanggup.

Dua guru honorer yang bertahan itu, kata Mahmud, masih berijazah SMA.

Salah satunya sedang melanjutkan kuliah untuk meningkatkan kualifikasinya.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Kejari Sigi Musnahkan 62 Gram Sabu Hasil 12 Perkara Narkotika

“Mereka tetap mengajar dengan segala keterbatasan. Saya bangga karena mereka punya semangat tinggi,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran dua guru itu sangat penting menjaga keberlangsungan belajar siswa.

Mahmud menyebut gaji kedua honorer tersebut masih bersumber dari dana BOS.

Dia mengatakan kondisi itu membuat mereka tetap menerima upah yang sangat terbatas.

“Sebagai manusia tentu ada keluhan. Tapi saya selalu beri motivasi agar mereka bertahan,” ungkapnya.

Ia sering mengingatkan para guru bahwa tugas mereka sangat berarti bagi masa depan anak-anak di pelosok.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved