Rabu, 15 April 2026

Sulteng Hari Ini

Masjid Raya Baitul Khairaat Diproyeksikan Jadi Pusat Wisata Religi di Sulteng

Konsep ini sekaligus menindaklanjuti masukan Menteri Agama RI yang sempat meninjau masjid beberapa waktu lalu.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/Zulfadli
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menyiapkan pengembangan kawasan Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai pusat wisata religi.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menyiapkan pengembangan kawasan Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai pusat wisata religi. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng, Andi Ruly Djanggola, usai pelaksanaan salat Jumat perdana di masjid tersebut, Jumat (28/11/2025).

Ruly mengatakan, kawasan masjid tidak hanya akan difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan pendidikan, ekonomi kreatif, dan ruang interaksi masyarakat. 

Konsep ini sekaligus menindaklanjuti masukan Menteri Agama RI yang sempat meninjau masjid beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kepala Bapenda Palu Tegaskan Audit Jalan Terus: Dugaan PBB Digelapkan Oknum Pegawai

“Pak Menteri memiliki pengalaman sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Beliau menyampaikan bahwa masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus pusat peradaban, pendidikan, dan ekonomi keumatan. Masjid Baitul Khairaat kita arahkan ke sana,” ujar Ruly kepada TribunPalu.com.

Ruly menjelaskan, usai peresmian Masjid Raya Baitul Khairaat pada 4 Desember 2025 mendatang yang akan diisi tabligh akbar bersama Ustaz Abdul Somad. Pemprov Sulteng melalui Dinas Pariwisata akan menggelar Festival Baitul Khairaat pada 5–6 Desember 2025.

Festival tersebut akan menghadirkan UMKM, kuliner khas Sulteng, lomba azan, dan sejumlah kegiatan keagamaan lainnya. Acara digelar di area outdoor sisi timur masjid yang mampu menampung hingga seribu orang.

“Kami berharap Festival Baitul Khairaat ini menjadi agenda nasional seperti Festival Syariah di Masjid Baiturrahman Aceh,” kata Ruly.

Baca juga: Pastikan Kesiapan Fisik, Polres Donggala Periksa Kesehatan Personel Polsek Balaesang

Ia juga menyebut festival tersebut akan dirancang inklusif, sehingga masyarakat non-Muslim pun dapat menikmati kegiatan yang sifatnya terbuka bagi umum.

Ruly menyampaikan bahwa fasilitas Masjid Raya Baitul Khairaat sudah dirancang untuk mendukung konsep wisata religi.

Di antaranya Museum Peradaban Islam, perpustakaan, dan ruang taman pengajian.

“Konsep masjid modern ini memang mengakomodasi wisata religi. Semua fasilitas itu disiapkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan masyarakat,” jelasnya.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved