Rabu, 27 Mei 2026

Morowali Hari Ini

Plt Asisten I Pemkab Morowali Buka Lomba Metandi Mehule: Warisan Leluhur

Permainan Tradisional bukan sekadar ajang hiburan, tetapi memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mencerminkan jati diri masyarakat Bungku.

Tayang:
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Ismet Togean 20
PEMKAB MOROWALI - Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemerintah Kabupaten Morowali Asep Haerudin menyebut Metandi Mehule atau pertandingan Gasing merupakan kekayaan budaya asli masyarakat Bungku yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Hal itu disampaikannya saat membuka lomba Metandi Mehule di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Jalur 16, Kelurahan Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, Minggu (30/11/205). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNMOROWALI.COM, MOROWALI – Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemerintah Kabupaten Morowali Asep Haerudin menyebut Metandi Mehule atau pertandingan Gasing merupakan kekayaan budaya asli masyarakat Bungku yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Hal itu disampaikannya saat membuka lomba Metandi Mehule di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Jalur 16, Kelurahan Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Sulawesi Tengah, Minggu (30/11/205).

Menurut Asep Haerudin, Permainan Tradisional bukan sekadar ajang hiburan, tetapi memiliki nilai sejarah dan filosofi yang mencerminkan jati diri masyarakat Bungku.

Melalui Metandi Mehule, kata dia, tercermin semangat kebersamaan, sportivitas, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Metandi Mehule adalah bagian dari identitas budaya kita. Ini bukan hanya permainan, tetapi warisan leluhur yang mengajarkan nilai persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: 26 SD di Morowali Ramaikan Lomba Metandi Mehule di Bungku Tengah

Asep memastikan komitmen pemerinta untuk terus mendukung upaya pelestarian seni dan budaya daerah dengan memasukkan Permainan Tradisional dalam event daerah.

“Kami berharap Metandi Mehule tidak hilang ditelan zaman, tetapi justru terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Morowali,” tuturnya.

Lomba tersebut diikuti 24 perwakilan Sekolah Dasar (SD) dan 26 desa dari berbagai daerah Kabupaten Morowali.

Kegiatan digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morowali itu sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya lokal.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved